Wanita Lebih Mudah Masuk Neraka

Wanita lebih mudah masuk neraka, bagi saya memang bukanlah hal yang mengejutkan. Enak saja…. Wanita pasti banyak yang protes. Tapi itulah kondisinya. Wanita adalah makhluk Allah yang paling mudah untuk menikmati pedihnya neraka.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa wanita yang menjadi perhiasan dunia ternyata memiliki tanggung jawab yang besar yang bahkan cukup beresiko untuk menyeret kita pada perkara neraka atau surga. Lantas mengapa wanita lebih mudah masuk neraka?

Pertama, tidak bisa diabaikan bahwa wanita merupakan makhluk terindah. Sampai-sampai Islam selalu menyarankan bahwa wanita yang paling indah adalah yang menutup segala bagian auratnya, hal ini dianjurkan guna membuat wanita tersebut lebih dihormati dibandingkan wanita yang membuka auratnya.

Jika dipelajari secara lanjut, ternyata masalah aurat wanita yang lebih kompleks ini menjadi salah satu alasan mengapa wanita mudah sekali masuk neraka.

Lantas bagaimana? Allah tidak akan pernah meninggalkan umatNya tanpa bekal. Dengan adanya bekal anjuran untuk menutup aurat, maka itulah cara yang paling ampuh untuk menghindari pedihnya siksa neraka.

Kedua, wanita memiliki emosi yang cukup tinggi, yang berbeda dengan lelaki. Perasaan emosi yang meluap-luap, suka bergunjing, suka membicarakan orang lain seperti penebar fitnah dan menjadi pendusta adalah salah satu alasan penting yang tidak bisa diabaikan. Nah, maka dari itu penting bagi seorang wanita islam untuk menjaga akhlak dan adab berbicara.

Ketiga, saat sebelum menikah memang surga seorang anak adalah di telapak kaki ibu. Namun bagi seorang wanita, setelah menikah dan ijab qabul segala perbuatan yang dilakukan adalah tanggung jawab seorang suami.

Tidak kaget jika saat ini banyak sekali ditemukan wanita yang tidak lagi melayani suami baik dalam kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan khusus. Artinya, setiap perbuatan kecil yang dilakukan untuk menyenangkan hati seorang suami akan menjadi suatu amalan.

Apakah anda yang sudah menikah sudah melakukannya? Peran seorang wanita dalam menjadi istri ternyata mempengaruhi amalannya. Cara yang paling mudah adalah dengan menyenangkan hati suami bahkan jika meneladani pernikahan ala Rasul adalah dengan saling meminta maaf saat tidak bisa menyenangkan satu sama lain sehingga akan menjadi amalan yang baik yang mendekatkan kita dengan surga.

Nah bagaimana jika sudah demikian? Waktunya kita sebagai wanita untuk terus merenungkan tentang apa yang kita lakukan sehari-hari. Patut untuk mencoba menghindari dosa karena dosa kecil tidak pernah terasa saat dilakukan.

Menjaga aurat demi kebaikan dunia dan akhirat, menjaga adab berbicara sehingga tidak menimbulkan fitnah yang amat sangat dibenci rasul, dan terakhir adalah berperan baik saat menjadi seorang istri. Selanjutnya, tetap menjaga amalan terhadap Allah, yakni selalu beribadah dan mengutamakan untuk selalu menjaga diri demi menghindarkan diri dari neraka walau sedikit demi sedikit.

Tinggalkan Balasan