Tuhan Adalah Bukan Tulisan

Di kalangan bangsa Arab, kata “allah” telah dikenal dari sumber umat Kristen dan Yahudi sebagai tuhan yang esa, tidak ada keraguan. Meski kata itu telah dikenal bangsa Pagan Arab Mekah sebagai yang tertinggi.

Dewa bulan dipanggil dengan berbagai nama, salah satunya adalah ‘allah’. allah adalah dewa tertinggi yang dikenal bangsa Pagan. Ada 360 berhala mereka pada waktu itu. Meski dari 360 berhala itu tidak ada yang bernama ‘allah’. Demikian yang dikatakan Guillame dalam bukunya yang berjudul Islam.

Tuhan yang dipanggil il oleh orang Babilonia dan el oleh orang Israel, dipanggil ilah al ilah dan Allah oleh orang Arab, telah dikenal namanya sebelum datangnya nabi Muhammad saw sendiri. Buktinya, nama ayah beliau adalah Abdullah, yang berarti hamba Allah.

Sebagaimana diketahui bahwa Islam diturunkan di Arab karena beliau (Muhammad) terlahir di Arab. Konon, cara penyembahan orang Arab terdahulu banyak sekali macamnya.

Setiap kabilah dan suku mempunyai patung sendiri sebagai pusat penyembahan. Sesembahan mereka pun mempunyai nama yang berbeda-beda.

Ada yang mempunyai sebutan Shanam (berhala yang terbuta dari kayu atau logam), Wathan (berhala yang terbuat dari batu), dan Nushub (berhala yang terbuat dari batu karang tanpa bentuk).

Mereka beranggapan bahwa patung yang mereka sembah berasal dari langit, terkadang mereka mengelilinginya, setelah itu membawanya pulang. Namun, ketika mereka melakukan itu tidak serta merta mereka melupakan atau tidak meyakini Tuhan. Sebagian dari mereka ada pula yang beranggapan bahwa berhala itu Cuma perantara menuju Allah. Hal ini bisa dilihat dari ayat surah az Zumar ayat 3.

“Tidaklah kami menyembah mereka (berhala) kecuali ingin mendekatkan diri kepada Allah”.

Hal lain juga tergambar di surah Luqman ayat 25

“jika engkau tanyakan kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka akan mengatakan Allah”.

Dalam pandangan ulama, mereka dikatakan kafir dari sisi ubudiyyah, tapi tidak dari sisi uluhiyyah.

Dari beberapa pragraf di atas, saya mencoba memproyeksikan ‘allah’ sebagaimana ‘allah’ yang kita sembah setiap saat, ‘allah’ yang mana yang kita ingat, ‘allah’ yang mana yang katanya meliputi segala sesuatu???. Sepele, tapi sangat berat dan membutuhkan kejujuran untuk menjawabnya.

Ali bin Abi Thalib ketika terkena panah dalam sebuah peperangan, serta merta sahabatnya akan mencabut panah itu, tapi beliau mengatkan. “jangan lakukan sekarang, nanti ketika saya sedang shalat”. Ketika beliau shalat, panah itu dicabut dan beliau tidak merasakan apa-apa.

Itulah yang dirasakan seseorang ketika menyembah Tuhan, mengingat, menyatu dengan-Nya Allah yang sesungguhnya. Bukan ‘allah’ buatan kita, bukan ‘allah’ kreasi imajiner.

Bagaimana dengan kita?. Tidakkah ketika kita shalat dan berusaha “mengingat”Nya, yang muncul justru benda yang kita kenal. Atau bahkan rangkaian huruf alif, lam, lam, dan ha, yang terbentuk menjadi kata ‘allah’?. Anda sendiri yang akan menjawabnya.

Allah (alif lam lam ha) adalah tulisan. Kata dari rangkaian huruf-huruf dan bukan tuhan. Dia dibuat, ditulis, dilukis dan dia terbatas. Dia bukan Tuhan.

Tuhan adalah Tuhan….

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.