Tinjauan Pustaka dalam Penelitian

Kajian pustaka biasa juga disebut dengan tinjauan pustaka. Tinjauan Pustaka berbeda dengan kajian teori atau telaah teori/ pustaka. Dalam tinjauan pustaka, seorang peneliti mengungkapkan beberapa hasil temuan penelitian sebelumnya, yang memiliki kaitan erat dengan penelitian yang akan dilakukan.

Setidaknya ada beberapa hal yang dimaksud “terkait” dengan penelitian yang dilakukan, yaitu: pertama; kaitan sejarah, yaitu yang berkaitan dengan masalah penelitiannya, peneliti akan mendapatkan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya, aspek-aspek yang telah diteliti, prosedur-prosedur yang telah diterapkan, hasil dan hambatan yang ditemukan di dalam penelitian, dan perbedaan antara rumusan masalah yang hendak dipecahkan dengan masalah-masalah yang sudah dipecahkan orang lain.

Kedua: terkait dengan prosedur yang telah diterapkan oleh para peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan masalah penelitiannya, peneliti dapat memilih prosedur yang cocok atau membuat prosedur baru berdasarkan kajian tentang kelebihan dan kekurangan dari prosedur-prosedur yang ada. Dengan dasar prosedur ini, peneliti dapat memetakan kedudukan masalah penelitiannya ke dalam perspektif cakupan pengetahuan yang lebih luas, sehingga dapat membantu peneliti dalam menjelaskan pentingnya penelitan itu dilakukan serta dampak dari hasil penelitiannya.

Ketiga: keterkaitan manfaat. Hasil penelitian sebelumnya yang relevan, peneliti dapat memperkirakan manfaat hasil penelitian yang akan dilaksanakannya.

Tujuan Tinjauan Pustaka

Setidaknya ada lima kegunaan tinjauan pustaka dalam sebuah penelitian. Satu persatu kegunaan tinjauan pustaka tersebut dibahas berikut ini.

Pertama: Mengkaji akar permasalahan. Pengkajian terhadap akar permasalahan secara kronologis sejak permasalahan tersebut timbul sampai pada keadaan yang dilihat kini akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan materi permasalahan. Gambaran kronologis atas penelitian sebelumnya akan membantu memberi gambaran tentang apa yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain dalam permasalahan tersebut.

Kedua: Membantu pemilihan prosedur penelitian. Ketika peneliti merancang prosedur penelitian (biasanya di BAB III), prosedur dari penelitian sebelumnya akan sangat membantu dalam meneliti permasalahan yang hampir serupa. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur tersebut, kemudian dapat dipilih, diadakan penyesuaian, dan dirancang suatu prosedur yang cocok untuk penelitian yang dihadapi.

Ketiga: Mendalami landasan teori. Sebuah penelitian haruslah berada pada konteks ilmu pengetahuan atau teori yang ada. Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau area permasalahan pada penelitian terkait sebelumnya, diperlukan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau keterangan empiris yang diharapkan.

Keempat: Mengkaji kelebihan dan kekurangan. Pembuktian keaslian sebuah penelitian ini bersumber pada pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Bukti yang dicari bisa saja berupa kenyataan bahwa belum pernah ada penelitian yang dilakukan dalam permasalahan itu, atau hasil penelitian yang pernah ada belum mantap atau masih mengandung kesalahan atau kekurangan dalam beberapa hal dan perlu diulangi atau dilengkapi.

Kelima: Menghindari plagiasi dan duplikasi. Sangat jelas maksudnya. Meski sulit terjadi karena peluang adanya perbedaan sangat luas, namun laporan penelitian tidak semua berada dalam jangkauan kita. Tinjauan pustaka, berkaitan dengan hal ini, berguna untuk membeberkan seluruh pengetahuan yang ada sampai saat ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi.

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Membuat tinjauan pustaka, seorang peneliti tak perlu memuat secara keseluruhan hasil penelitian yang terkait dengan penelitiannya. Cukup dengan menulis bagian-bagian, yang meliputi: 1). Simpulan latar belakang, 2) simpulan pembahasan, dan (3) kesimpulan penelitian.

Agar lebih mudah, terutama bagi peneliti pemula, pembuatan tinjauan pustaka sebaiknya mengikuti langkah awal, sebagai berikut:

Memahami dan mempertahankan variable penelitian yang sudah dirumuskan

Mencari di internet, penelitian sebelumnya berdasarkan kata kunci dari variable yang dirumuskan

Mempertahankan fokus perhatian pada masalah penelitian yang akan dilaksanakan, agar penulisan kajian pustaka tetap relevan dengan masalah yang akan diteliti.

Semoga bermanfaat

1 Comment

  1. HafizhulReplyJanuari 16, 2015 at 09:09 

    saya peneliti pemula..
    makasih gan, artikelnya sangat membantu.

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend