Tiki Taka Vs Total Football, Mana yang Lebih Baik?

Tiki-Taka adalah strategi permainan sepak bola yang diterapkan oleh Barcelona dan Negara Spanyol. Kekhasan permainan ini terletak pada penguasaan bola sepanjang pertandingan berlangsung. Tak hanya itu saja, dengan penerapan taktik tersebut permainan jauh lebih cantik ketimbang menggunakan startegi full-defence. Umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki serta penguasaan dan posisi pemain bola yang ada hampi disetiap lapangan membuat strategi ini terlihat menarik untuk disaksikan.

Terbukti Barcelona yang dulu dilatih oleh Pep Guardiola menerapkan taktik Tiki-Taka hamper menguasai kompetisi sepakbola Eropa selama 5 tahun belakangan. Spanyol yang merupakan tempat kompetisi liga Barcelona dan juga dihuni oleh beberapa bintang Barcelona juga menerapkan pola permainan Tiki-Taka. Alhasil, Spanyol memenangkan Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 duat tahun kemudian.

Era Tiki-Taka memang dipelopori oleh Barcelona yang dikomandoi oleh Pep Guardiola. Tetapi pola permainan tersebut bukannya tanpa celah. Beberapa tim-tim besar Eropa saat menghadapi Barcelona kebanyakan memilih strategi serangan balik. Ini dikarenakan, kecepatan serangan balik merupakan salah satu taktik yang dapat membobol tembok pertahanan Tiki-Taka. Beberapa tim besar Eropa misalnya Chelsea saat menghadapi Barcelona membuat tembok pertahanan “setebal” mungkin. Chelsea menerapkan pola permainan “negative football” lalu mengganti pola permainan serang balik saat bola dikuasai, pola permainan tersebut dimana kedelapan pemain menumpuk dibarisan pertahanan. Taktik ini membuat pola Tiki-Taka untuk mengatur jalannya pertandingan semakin leluasan dengan penguasaan bola hampir lebih dari 60%.

Penguasaan bola lebih dari 60% memang tak membuat tim yang menerapkan taktik tersebut menang. Pola penguasaan bola yang bermain bola-bola pendek disekitaran garis tengah lapangan memang efektif untuk mencegah tim lawan menguasai lapangan tengah, namun penetrasi penyerang maupun sayap jauh lebih berkurang untuk menggendor jantung pertahanan musuh. Saat tim focus dalam penyerangan mungkin hal yang dilupakan dalam taktik Tiki-Taka adalah serangan balik yang menghandalkan kecepatan sayap dan penyerang lawan saat bola dalam penguasaan tim lawan. Dengan serangan balik cepat terbukti ampuh menerobos pola permainan Tiki-Taka. Contoh tim lain yang menggunakan strategi tak lain musuh bebuyutan Barcelona yakni Real Madrid.

Dibawah asuhan Jose Mourinho, Real Madrid mengandalkan kecepatan kedua sayap mereka untuk membobol jantung perahanan Barcelona. Jadi pola taktik Tiki-Taka juga mempunyai kekurangan dan kelebihan. Ketiga faktor ini yakni inkonsistensi posisi pemain, pertukaran pemain saat kehilangan bola dan tidak adanya pemain belakang yang mampu menghadang bola masuk ke jantung pertahan merupakan kekurangan pada pola Tiki-Taka ini.

tiki taka dalam sepak bola

Total Footbal? Para pecinta sepak bola dunia mungkin tak asing lagi dengan pola permainan satu ini. Publik bola dunia selalu mengaitkan pola permainan Total Football ini bagi negara Belanda. Memang Belanda pertama kali menggunakan taktik tersebut pada tahun 1974. Tetapi pola permainan ini sebenarnya pertama kali diterapkan oleh tim Ajax Amsterdam pada sekitar tahun 1969-1973. Jadi Belanda hanya mengadopsi pola permainan tersebut.

Total Football sendiri, mempunyai ciri khas penyerangan dan penekanan kepada tim lawan selama jalannya pertandingan. Total Footbal tersebut memanfaatkan keseluruhan pemain untuk saling bertukar posisi secara bergantian untuk terus menguasai bola dan melakukan penetrasi cepat mengarah ke jantung pertahanan musuh.

Stamina dan fisik individu para pemain merupakan faktor utama jalannya pola permainan ini. Dengan menerapkan strategi macam ini stamina dan fisik pemain dikuras habis karena terus menerus melakukan penyerangan dengan kecepatan bola yang tinggi selama 90 menit. Tak dipungkiri strategi ini mempunyai resiko tinggi terhadap para pemain yang kondisinya belum fit saat permainan.

Dengan demikian, taktik tersebut mengharuskan sebuah tim diisi oleh para pemain yang memiliki skill dan kemampuan menyerang serta bertahan yang sama baiknya serta mempunyai stamina fisik yang prima untuk bisa tampil dengan kemampuan yang konstan selama 90 menit atau masa pertandingan berjalan.

Jadi mana yang lebih baik antara pola permainan Tiki Taka vs Total Football, dari hasil analisa diatas memungkinkan kedua pola tersebut mempunyai kelebihan masing-masing serta keunikan tersendiri. Jadi menurut kami, pola permainan Total Footbal lebih cocok untuk tim dengan kualitas yang biasa karena tidak mengharuskan memiliki pemain dengan skill yang tinggi. Karena Tiki-Taka mengharuskan skill individu dan kekompakan permainan setiap pemain harus konsisten, dimana untuk tim yang mempunyai pemain yang “biasa” akan sulit menerapkan pola Tiki-Taka

1 Comment

  1. davodReplyDesember 12, 2014 at 11:07 

    باسلام و احترام
    من يك ايراني هستم عاشق فوتبال/مشتاقم مربي فوتبال شوم/ازشما تقاضاي كمك و آموزش دارم.
    باسپاس

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend