Telaah Pustaka dalam Penelitian

Telaah pustaka berasal dari istilah asing Literature Review. Dalam penelitian, terkadang sulit membedakan antara telaah pustaka dan tinjauan pustaka. Tinjauan Pustaka adalah teori/ data/ informasi yang menjadi dasar identifikasi, penjelasan dan pembahasan masalah penelitian dari penelitian yang terkait sebelumnya.

Sedangkan telaah pustaka selain mengumpulkan teori, peneliti dapat menambahkan komentar, kritik (kelebihan dan atau kekurangan teori dalam pustaka), perbandingan dengan teori (pustaka) lain, kaitannya dengan penelitian yang sedang dilakukan.

Banyak peneliti beranggapan bahwa telaah pustaka, hanya berlaku pada penelitian kualitatif saja, namun secara pribadi, dengan melihat tujuan mendasar dari telaah pustaka, bisa saja digunakan pada penelitian kuantitatif, khususnya dalam pembahasan/ membahasakan data kuantitatifnya.

Telaah pustaka berupa kajian kritis atas pembahasan suatu topik yang sudah ditulis oleh para peneliti atau ilmuwan yang diakui kepakaran dalam bidangnya, yang meliputi berbagai sumber pustaka yang membahas satu topik/masalah penelitian yang spesifik. Jadi melakukan telaah pustaka membutuhkan lebih dari satu pustaka (bacaan).

Perlu dipahami, bahwa telaah pustaka tidak hanya dan tidak mesti untuk isi BAB II dalam laporan penelitian. Demikian pula BAB II dalam laporan penelitian tidak selalu harus berjudul “Telaah Pustaka”. Namun, telaah pustaka bisa digunakan untuk semua bagian (laporan) penelitian.

Secara umum, tujuan dari telaah pustaka, adalah menyampaikan kepada pembaca pengetahuan dan ide apa saja yang sudah dibahas dalam suatu topik penelitian, sekaligus memberikan gambaran kepada pembaca sejauh mana penelitian sudah dilakukan, pelbagai sudut pandang yang mungkin saling bertentangan (kontroversi) mengenai topik penelitian.

Ilustrasi

Bagaimana membuat/ menulis telaah pustaka?

Pertama, lihat dan pelajari seksama penelitian Anda, dan pertanyakan, adakah perbedaan pendapat yang sama atau kontroversi antar pakar mengenai subyek penelitian tersebut?. Adakah pendapat para ahli disarankan untuk dilakukan yang kemudian sesuai tema penelitian Anda?.

Kedua, tulis pendapat dari hasil penelaahan anda. Tak perlu mengutip secara langsung, tapi mengambil intisari dari pendapat pustaka yang telah ditelaah. Hal ini tak lain menghindari kesan plagiasi.

Dengan dua cara menulis telaah pustaka tersebut, maka akan muncul kesadaran bahwa membuat telaah pustaka, membutuhkan kemampuan dan bacaan yang mencukupi. Satu hal yang penting, dengan telaah pustaka, ada kemungkinan peneliti harus membuang sebagian data yang diyakini tidak relevan (reduksi data).

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend