Tak Kusangka Blackberry 9320 yang Raib Bisa Kembali

Terkadang kejadian menyedihkan sedikit-demi sedikit beringsut hilang, dan akhirnya dilupakan sama sekali. Seperti halnya, hilangnya blackberry 9320 yang kubeli dengan tertatih, kemudian hilang dengan rentetan unik dan menjengkelkan, awalnya membuatku sedih, bahkan keberangkatan ke Ternate hampir kubatalkan meski tiket sudah di tangan.

Seminggu setelah kejadian, beberapa kali kutulis di facebook maupun di twitter, kalimat seolah mengikhlaskan padahal di hati kecil, terselip doa dan rasa harap agar blackberry itu bisa kembali. Bisa jadi sudah ditakdirkan, Tuhan menjawab doa itu. 4 bulan menanti, tanda keberadaan blackberry murah itu mulai muncul.

Berawal dari chating teman, bahwa dia diterima menjadi teman oleh pengguna PIN blackberry saya yang raib itu. Segera kucoba hal serupa, dan pengguna juga menerimaku. Dua minggu lebih kuawasi, kupelajari gerak-geriknya, data terkumpul. Pengguna seorang wanita lajang, supel, bekerja di dinas Perhubungan, dan bergaya hedonis. Setelah semuanya kusiapkan, bertepatan 5 bulan, aksi kumulai.

Pagi sekitar jam 9, kusambangi kantor berbaju biru tempatnya bekerja. Menurut kepala kantor, dia tidak ada, dan jarang masuk kantor. Alamat rumah dan nomor handphone kudapat, kuhubungi, namun tak dijawab. Di rumahnya pun, katanya dia tidak ada. “sore baru datang,” kata laki-laki setengah baya yang mungkin bapaknya.

“Harap jangan didelete saya dari pertemanan. PIN yang anda gunakan, persis sama dengan PIN blackberry saya yang hilang 5 bulan lalu. Niat saya baik. Tak perlu repot melalui jalur hukum, karena minimal akan menguras waktu anda…”

Demikian kalimat chating pertama saya kepadanya, setelah merasa sulit bertemu dengannya. Dia pun membalas, dan akur setelah poto kardus, dan poto kwitansi terkirim. Dia juga bersedia menemui saya dengan syarat berdua saja. “Saya takut ada teman dan kerabat saya yang tahu.” Katanya.

Kira-kira pukul 17.30 dia datang dengan wajah lesu tanpa sepatah kata pun. Beberapa pertanyaanku pun tidak dijawab. Segera kuperiksa IMEI, PIN, No. Seri Baterai, dan semua sama. “blackberryku telah kembali.” Pikirku.

Menurutnya, blackberry itu diambil oleh sepupunya di dalam mobil yang jatuh dari tangan saya sendiri karena tertidur di jok belakang (baca kisahnya di sini). Kemudian blackberry itu disembunyikan di balik pakaian dalamnya. Makanya ketika saya melakukan penggeledahan, tidak ditemukan. Sialnya, kala itu blackberry tidak aktif. Saya terdiam, ternyata benar, “Pelanggaran bukan hanya terjadi karena ada niat, tapi karena ada kesempatan.”

Jika betul ini adalah ijabah doa dari-Nya, satu hal yang pasti, saya telah ditegur oleh yang Maha Kuasa. Tidak terlalu cepat percaya dengan orang lain, tidak tergesa-gesa, dan tidak ceroboh. Tak kusangka dan tak kuduga blackberry 9320 kesayangan yang dicuri orang 5 bulan lalu akhirnya kembali. “Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan.” (QS. al-Rahman)

Tinggalkan Balasan