Strategi Membangun Backlink dan Link Building yang Alami

Masa demi masa yang kian bergerak juga diikuti oleh Google sebagai mesin pencarian terbesar sejagat raya. Raksasa pencarian ini terus berbenah memantapkan diri dan menutupi kekurangan yang ada sebelumnya.

Dahulu, rangking sebuah web dan blog besar ditentukan oleh berapa jumlah backlink yang ada, sehingga pola booting, scrapebox, menjadi idola. Sekarang berbeda, backlink dan link building dihitung berdasarkan kualitas bukan kuantitas.

Semua buatan manusia tentu di dalamnya ada kekurangan. Seperti halnya para praktisi Google, hanya bisa mengurangi dan menutupi kekurangan yang ada, sehingga sistem backlink dan link building, tidak mudah diakali para pegiat online yang sebagian besar butuh cara serba instant.

Secara pribadi, saya bukan master SEO, tapi hanya belajar dari pengalaman. Mengenai backlink dan link building, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama: Author. Siapa pemiliki web/ blog atau penulisnya. Ukuran mbah untuk authority sebenarnya sederhana, yaitu google plus. Olehnya itu, penggunaan Google plus seakan mau tak mau menjadi wajib dalm membangun backlink dan link building melalui media sosial. Tidak dikatakan mengabaikan jejaring sosial lain tentunya, tapi keinginan Google plus menyaingi facebook, perlu dipahami dengan baik.

Kedua: Relevansi. Backlink dan link building yang dibangun antara web/ blog kita dengan web/ blog lain tidak boleh sembrono. Perlu diperhatikan, apakah web/ blog tersebut memiliki keterkaitan (relevansi) dengan web/ blog yang kita bangun. Misalnya blog kesehatan, menebar link di blog teknologi tentu dianggap tidak memiliki relevansi.

Ketiga: PageRank. Sebuah web/ blog yang membangun backlink dan link building harus memerhatikan PageRank tempat link tersebut ditanam. Ada baiknya PageRank-nya lebih atau setidaknya sejajar dengan web/ blog yang kita bangun.

Pola PageRank ini tentu paling sulit dibanding dua cara sebelumnya, karena jika semua blogger berprinsip seperti ini, maka yang ber-PageRank rendah akan selamanya rendah, demikian pula sebaliknya.

Tiga hal inilah yang paling mendasar, penting dipahami oleh blogger ketika membangun backlink dan link building.

Banyak ahli SEO menambah beberapa point, misalnya konten unik, backlink dari situs Edu dan Gov, dan membuat backlinks pada situs nofollow, tapi bagi saya, hal ini hanyalah masalah agar kesan alamiah tertangkap oleh Search Engine terkait dengan baclink yang ditanam.

Kecanggihan mesin pencari yang mampu membaca ke-alamiah-an sebuah backlink, tentu menjadi perhatian bagi blogger. “Sesuatu yang alami tidak berlebihan, dan tidak kelihatan ganjil.” Itu saja. Semoga bermanfaat….

2 Comments

  1. sutopo sasukeReplyFebruari 15, 2014 at 03:04 

    makasih share informasinya..
    sangat bermanfaat mas..

  2. Karya PutraReplyJuni 5, 2014 at 12:07 

    Lagi belajar bangun backlink nih… thx infonya gan… sering2 share ya… 🙂

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.