Strategi Iblis Menggoda Manusia, dan Metode Menghadapinya

Apa perbedaan strategi pembelajaran dan metode pembelajaran?, pertanyaan yang pernah diutarakan dosen waktu masa kuliah dulu.

Strategi berbeda dengan metode. Strategi terkait dengan siasat. Strategi muncul sebagai respon dari fakta dan apa yang terjadi ketika proses berjalan, sedangkan metode sebaliknya. Nah, jika Iblis hadir untuk mengganggu manusia dalam kapasitasnya sebagai makhluk tak berakal, maka Iblis tak memiliki metode menggoda manusia, namun Iblis memiliki strategi untuk itu. (baca juga: cara iblis menggoda manusia)

Artikel kali ini, akan melihat strategi Iblis dalam menggoda manusia. Strategi Iblis berjalan seiring beberapa perilaku manusia yang memang sebelumnya dilarang dan disarankan untuk tidak dilakukan oleh Rasul saw. Berikut beberapa strategi Iblis dalam menggoda manusia;

Pertama, rasa waswasah. Dalam al-Quran, rasa ini diisyratkan dalam surah an-Nas yang artinya membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan sesuatu. Jika yang dilakukan adalah perbuatan baik, maka Iblis senantiasa membisikan untuk meninggalkan pekerjaan itu, dan jika perbuatan itu buruk maka Iblis pun senantiasa membisikan untuk segera ditinggalkan.

Bisikan Iblis ini bisa dirasakan ketika hendak melakukan ibadah wajib. Contoh shalat Jumnat. Saat waktu mendekati masuknya Shalat Jumat, maka bisikan untuk menunda akan terngiang. “Nanti lima menit lagi, 10 menit lagi, dan seterusnya. Ini adalah waswasah.

Strategi iblis kedua adalah al-Tazyin, yaitu membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Maksudnya, segala pekerjaan yang dilarang atau maksiat dengan tazyin akan terlihat indah.

Perhatikan pemuda yang berpacaran lebih mesra daripada suami-istri, berjudi, koruptor yang kelihatan hidupnya sangat bahagia dll. Jika ada yang mengatakan, “kenapa dia tidak shalat, tidak melakukan perbuatan yang diperintahkan bahkan melakukan perbuatan jahat, justru kaya dan bahagia?.” Maka peran strategi Iblis ini berhasil.

Strategi Iblis ketiga, yaitu al-Tamanni yang artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan. Tipu Iblis dalam strategi ini hanya angan-angan yang berpotensi kepada perbuatan tidak baik.

Jarang kita berkhayal atau berangan-angan rajin melakukan shalat Tahajjud, angan-angan membangun panti asuhan, berbeda dengan angan-angan punya istri dua, punya uang banyak sekampung dll.

Strategi Iblis keempat, yaitu al-Takwif yang artinya menakut-nakuti. Rasa takut adalah manusiawi, namun rasa takut kadang juga hadir justru dalam kondisi normal. Rasa takut dalam strategi Iblis justru muncul di hati orang-orang berani. Rasa takut yang dimaksud seperti merasa takut miskin karena mengeluarkan zakat sebagian harta, takut disebut alim karena rajin bejamaah, dll.

Strategi Iblis yang kelima adalah Nisyan artinya lupa. Lupa memang sesuatu hal yang manusiawi, tak bisa dipungkiri, lupa kerap hadir dalam keseharian manusia, bukankah manusia sekar kata dengan nisyan, dan manusia tak luput dari lupa dan salah?.

strategi iblis

Strategi Iblis melalui lupa adalah menghadirkan lupa sebagai alasan menutupi tanggung jawab. Jadi jika seorang sesekali lupa menunaikan janji? lupa shalat?, lupa mengaji, maka disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti terjebak strategi nisyan dari Iblis. (baca: tips menghindari maksiat sesaat)

Kelima strategi Iblis tersebut bisa berlaku kepada semua manusia, kecuali orang-orang yang ikhlas. Bagaimana cara mengatasinya selain ikhlas?. Kembali kita pahami pengertian dan perbedaan metode dan strategi tadi.

Jika strategi Iblis menjadi ancaman, mari kita susun metode penangkalnya. Metode yang paling tepat menangkal strategi Iblis adalah mengenal dan menghindari strateginya. Nah loooo…. 🙂

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.