Sisi Lain Alasan Penundaan Pengumuman CPNS K2; Negatif !

Sudah terhitung lima kali, kekecewaan tenaga honorer K2 disebabkan kabar pengumuman CPNS K2 tertunda, atau lebih tempatnya ditunda. Kabar pertama, rencana pengumuman CPNS K2 akan dirilis tanggal 17 Desember, namun hari yang ditetapkan, para tenaga honorer K2 harus menelan pil pahit kekecewaan, karena pengumuman yang dinanti tak urung muncul. Kabar selanjutnya, pengumuman CPNS K2 akan dimumukan pada tanggal 24 Desember 2014. Sama dengan sebelumnya. Lalu tanggal 27 Januari 2014, juga disebut-sebut pengumuman itu akan dipublish, namun janji MENPAN lagi-lagi meleset. Harus bersabar, kembali seperti sebelumnya, tanggal 4 Februari 2014 janji hanya tetap janji. Kemudian diundur tanggal 5 Februari 2014. Dan alhamdulillah, sampai sekarang pengumuman CPNS K2 masih tetap ditunda.

Kesal, kecewa, marah, itu sudah pasti. Penundaan pengumuman CPNS K2, membuat ribuan tenaga honorer yang menunggu nasib, harus lebih bersabar lagi. Lima kali ditunda, bukanlah hal biasa. Itulah efek dari menunggu. Menunggu itu membosankan, karena di dalamnya ada harapan. Menunggu akan menjengkelkan, kalau kemudian apa yang ditunggu tidak sesuai harapan.

Jika boleh mengira, pertanyaan dan jawaban yang muncul di benak para peserta K2 apa? Saya yakin, pertanyaan yang dominan adalah “kenapa yah ditunda?”. Dan jawaban dominan adalah jawaban negatif, “ah, pasti ada permainan, pasti ada kongkalikong, pasti masih banyak titipan yang belum diakomodasi”. Dan jawaban negatif lainnya. Ini bisa dimaklumi. Penyebabnya adalah luka lama. “20 Kebaikan akan hilang hanya dengan 1 keburukan, dan 1 keburukan mungkin bisa hilang dengan 20 kebaikan”. Kata Gandhi. Buruknya sistem perekrutan CPNS masa lalu, tidak bisa hilang dari imej masyarakat hanya dengan ungkapan dan komitmen Menpan, plus iming-iming 1 Milyar bagi pelapor yang bisa membuktikan.

Saya mencoba menganalisa sisi lain dari alasan ditundanya pengumuman CPNS K2 melalui pertanyaan yang sama. Ada tiga alasan utama. Pertama: pernyataan MenPAN-RB, Azwar Abubakar, bahwa banyak daerah yang memasukkan honorer di atas 1000 sehingga ini dimasukkan untuk pertimbangan. Data tersebut dipandang aneh sehingga Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) butuh waktu menganalisa datanya. Alasan ini secara pintas masuk akal, namun menimbulkan pertanyaan baru, karena data peserta ujian CPNS K2 sudah diverifikasi sebelumnya, atau mungkinkah ada peserta baru selain hasil verifikasi sebelum ujian dilakukan?.

Kedua: alasan belum mendapatkan persetujuan Presiden. Beberapa media menyebut hal ini. Adalah wajar Menteri mengkordinasikan hal penting kepada Presiden, tapi proses yang tidak berjalan mulus dan diketahui publik, justru akan menggiring pemikiran dan menimbulkan kesan negatif lagi. Misalnya; jangan-jangan ini akan dimanfaatkan secara politis, mengingat jumlah peserta CPNS K2 tidak sedikit. Kesan lain yang mudah muncul adalah, Menpan-RB berlindung di balik kesibukan Presiden.

Ketiga: pemerintah dalam hal ini Menpan dalam surat penundaannya hanya beralasan masalah teknis. Alasan di tengah kekecewaan para peserta CPNS K2 tentu kurang tepat. Masalah teknis selain sifatnya umum dan tidak detil, juga merupakan alasan klise pemerintah yang lalu-lalu. Uniknya, penundaan pengumuman CPNS K2 dengan alasan masalah teknis, justru muncul di akhir babak menyiratkan seakan alasan yang lebih rasional sudah habis.

Pelajaran bagi kita semua. Keinginan pemerintah untuk membenahi birokrasi untuk lebih baik lagi, ternyata tidak mudah. Luka lama yang belum sembuh, akan lebih parah dengan dosis obat yang kurang tepat, bahkan akan memunculkan penyakit baru. Penerimaan CPNS dengan format K2 adalah momen terbaik pemerintah memberikan bukti kepada masyarakat, mengembalikan kepercayaan masyarakat sebagai penyakit lama atas niat baik pemerintah mengakomodir tenaga honorer sebagai obat. Semestinya, proses tidak merusak niat baik itu.

Bagi yang menunggu pengumuman CPNS K2 (termasuk saya), langkah bijak untuk itu lebih baik daripada membuang energi positif dengan kekesalan, sumpah serapah, dan sejenisnya. Ini sulit, klise, dan banyak digunakan masyarakat kelas menengah. Menunggu itu sulit, tapi menunggu akan indah jika menikmati proses. Ada tidaknya nama Anda dalam daftar pengumuman dan dinyatakan lulus menjadi CPNS, tidak akan lari, menghilang, karena telat melihat pengumuman itu. Mari sambut pengumuman CPNS K2, dengan tenang, sabar, antri, minimal agar website milik pemerintah tidak down, karena mungkin tidak unlimited.

Salam bahagia

Tinggalkan Balasan