Siapa Dalangnya Pak Camat!

Siapa Dalangnya Pak Camat!. Kata “dalang” biasanya digunakan untuk memperindah, melembutkan kesan, sekaligus mempermudah pemahaman. “Siapa dalang kasus camat La Bempa?” Maksudnya, siapa aktor utamanya.

Dalang beda dengan sutradara. “Beddu sutaradara kasus camat makan coto.” Maka maksudnya, Beddu tidak ikut dalam proses makan coto. Beddu hanya menyusun rencana, seperti halnya sutradara yang tidak ikut bermain. Tapi dalang menyusun cerita, pemain sekaligus ikut bermain.

Dalang identik dengan wayang. Saat pewayangan, dalanglah yang menggerakan wayang sehingga alur cerita terbentuk dan dipahami. Menariknya cerita pewayangan sangat ditentukan oleh dalang. Namun sayang, dalang tidak terlalu diperhatikan oleh penonton. Mungkin karena dia keseringan menyamping atau membelakang.

Jadi jika ada kasus camat melakukan pelanggaran, tak perlu dipertanyakan siapa dalangnya. Karena dalangnya hadir dengan jelas bahkan tampil, namun tidak diperhatikan penonton, media atau aparat, entah sengaja atau takut. Dalang itulah sebenarnya yang memainkan pelanggaran, sehingga menimbulkan cerita menarik sampai terkencing kencing.

Dalang itu pelaku seni, memainkan wayang dari kulit atau kayu. Dalangnya super sibuk, tapi yang kelihatan ramai justeru wayangnya. Jadi dalang bukan pelaku kerusuhan, tapi memainkan wayang sehingga penonton emosi. Apalagi jika wayangnya dipaksa cuti.

dalang
Ilustrasi Dalang Sumber @anggeritimur

Menarik, dalam pertunjukan wayang, dalang pasti menguasai cerita. Cerita sebelum dan sesudah. Dalang juga harus kreatif membuat cerita baru jika tanpa sengaja alur cerita tidak disukai penonton.

Dalang pastinya berpengalaman. Minimal tahu akan cerita yang dilakoni. Terakhir, dalang hanya tunduk pada satu hal saat pertunjukan; siapa yang bayar!

Tinggalkan Balasan