Shalat Tarawih (Tarwih) atau Shalat Malam ?

Ibadah shalat tarawih (tarwih) adalah amalan mulia yang hanya dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan. Mayoritas ulama mengatakan, bahwa hukumnya adalah sunnah, dan sebagian lagi mengatakan, hukumnya sunnah Muakkad.

Banyak perbedaan seputar jumlah rakaat shalat tarawih ini, namun dalam artikel ini akan membahas terkait apakah shalat malam yang dimaksud adalah shalat tarawih, atau shalat malam sebenarnya adalah tahajjud?.

Tarawih artinya berhenti sejenak untuk istirahat. Itulah sebabnya, dalam melaksanakan ibadah shalat tarawih, dibolehkan untuk istirahat sejenak setiap selesai salam.

Tak ada satupun ayat dalam al-Quran yang memerintahkan untuk melaksanakan shalat tarawih, jika merujuk pada dalil hadis, maka kata tarawih pun tak akan ditemukan, karena perintah shalat tarawih berasal dari beberapa hadis Nabi saw, yang menggunakan kata qama-qiyam al-Lail, yang artinya shalat malam. Salah satu hadis masyhur yang sering didengarkan, yaitu:

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasul saw menyeru meski tidak memerintahkan dengan tegas untuk medirikan shalat malam pada bulan Ramadhan. “Barang siapa yang menunaikan shalat malam pada bulan suci Ramadhan, maka Allah akan mengampuni seluruh dosanya.”

Ibnu Shihab al-Zuhri mengatakan, kebiasaan shalat malam pada bulan Ramadhan berlangsung sampai masa Abu Bakar.

Pada mulanya, shalat tarawih dilaksanakan sendiri-sendiri atau tidak berjamaah. Dalam sejarah dikatakan, hal ini berlangsung sampai pada zaman kekhalifahan Umar ibn Khattab ra.

Suatu hari khalifah melihat jamaah pada malam bulan Ramadhan berkumpul di Masjid dan melaksanakan shalat malam sendiri-sendiri (munfarid), Umar ra mengatakan, “alangkah indahnya, jika shalat ini dilaksanakan dengan berjamaah.” Dan sejak itu shalat malam menjadi rutinitas pada malam-malam Ramadhan sekaligus sebagai ajang istirahat sahabat, dan kemudian diistilahkan dengan shalat tarawih.

Shalat tarawih

Mungkin dengan alasan ini, banyak muslim rasional atau yang menjadikan rasio sebagai landasan dan dalil sebagai konformasi, memandang shalat tarawih adalah shalat tahajjud yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan. Artinya shalat tarawih, bukanlah bagian dari syariah Nabi saw, karena Nabi saw hanya memerintahkan melaksanakan shalat malam dan bukan shalat tarawih.

Bagi saya, shalat tarawih dan shalat tahajjud memiliki sedikit perbedaan;

Pertama, shalat tarawih hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja dan tidak di luar bulan itu. Berbeda dengan shalat tahajjud, adalah shalat yang memiliki kemuliaan luar biasa, bahkan awal perintah pelaksanaannya hukumnya adalah wajib.

Kedua, perlu diperhatikan dalam hadis fi’liy (hadis dengan melihat perbuatan Nabi saw), bahwa shalat tarawih yang distilahkan dengan shalat malam dilaksanakan berbeda dengan waktu di luar Ramadhan.

Ada beberapa ulama mengatakan bahwa Nabi selain melaksanakan shalat malam atau shalat tarawih juga melaksnakan shalat tahajjud.

Dengan demikian, tak ada salahnya shalat tarawih menjadi amalan penting yang special pada malam-malam Ramadhan. Jika ingin melaksanakan shalat malam, alangkah indahnya jika melaksanakan keduanya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.