Sekali Haram Tetap Haram? Ah, Masa Sih…

Biasanya nih, orang orang radikalis, o ya, radikalis yang saya maksud di sini adalah mereka yang berprinsip sekali haram tetap haram. Terkadang menunjukan perilaku akibat kesalah berpikir yang nyata. Saya pernah didebat terkait menggunakan hak suara pada sistem yang salah menurut mereka. Mereka menganggap sistem demokrasi di Indonesia adalah haram. Maka berpartisipasi dengan menggunakan hak suara memilih pemimpin dengan cara yang haram, adalah haram. Mereka tak peduli, pemimpin kelak baik atau tidak baik. Pokoknya, melakukan yang baik dengan cara haram, adalah haram. Sekali haram tetap haram. Oh masa sih mas….

Terlepas dari sikap radikalis mereka, prinsip seperti ini jelas sangat tidak rasional. Kelak, mereka tidak akan konsisten, karena kesalahan berpikir seperti ini akan menambah kusut perilaku mereka kedepannya. Selain itu, kesan dari prinsip ini adalah jabariyah. Kaum jabariyah yaitu mereka yang beranggapan bahwa semua yang terjadi dari remote yang maha Kuasa.

Mari kita lihat; agama melarang memotong anggota badan. Itu haram. Tapi ketika dokter dengan analisanya merekomnedasikan karena penyakit kangker atau gula, yang dikawatirkan penyakitnya menyebar dan menyebabkan kematian, atau lukanya yang membusuk terus melebar, maka memotonga anggota badan itu mubah, bahkan bisa jadi wajib.

Mari kita bandingkan. Prinsip 1; Menurut radikalis sistem demokrasi haram, maka memilih juga haram. Hasilnya pemimpin baik atau tidak baik hanyalah analisis belaka. Pokoknya haram. Sekali haram tetap haram. Prinsip 2; memotong anggota badan haram, namun boleh jika…. nah, mau menggunakan yang mana? Mau tetap berprinsi sekali haram tetap haram?

Sikap apatis berlanjut dengan argumen pertanyaan, apa kalau menggunakan hak suara pasti didapatkan pemimpin yang baik? dan kondisi pasti berubah? Maka pertanyaan yang sama juga berlaku pada kondisi amputasi, apakah setiap yang diamputasi selamat, sembuh atau bisa saja tetap gagal dan bahkan meninggal dunia?

Mau frasa berbeda, sehingga prinsip sekali haram tetap haram itu salah? Wanita yang berbaur dengan pria pada suatu ruangan itu dilarang, haram! Jangan katakan sekali haram tetap haram. Karena suatu saat, anda akan berbaur dengan lawan jenis entah di bus, pesawat atau kapal laut.

Semua yang haram bisa jadi halal, kecuali dua hal. Apa itu? Nantipi deh….

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend