Saya Malas Menulis; Ini Obatnya !

Sudah jam 12 malam, namun tak satu halaman pun tulisan kuhasilkan hari ini. Sepertinya target minimal 5 halaman perhari akan gagal. Andai menulis itu menjadi kewajiban, maka malam ini saya malas melaksanakan kewajiban. Sejak sore tadi saya ogah-ogahan, meski PC depan saya sudah menyebabkan perih di mata. Inikah yang disebut malas menulis karena tak ada inspirasi?. Entah kenapa…. Dan ini masalah. Untuk mengatasi masalah, cari penyebabnya !.

Tak satupun yang ada di dunia ini yang tidak memiliki tujuan, termasuk malas. Mungkin saja, malas diciptakan sebagai alat evaluasi, sejauh mana manusia bisa mengatasinya. Bisa juga malas diciptakan sebagai teguran. Malas menulis, artinya teguran, saatnya membaca. Bisa jadi… Malas bagi saya adalah salah satu penyakit. Dengan malas, siswa terpancing untuk tidak jujur, menggantinya dengan lupa misalnya.

Malas menulis sepertinya beda dengan malas-malas yang lain. ada beberapa penyebab seseorang malas menulis, faktornya internal dan eksternal. Saya teringat dengan rekan guru di sekolah kala mengajak mereka untuk belajar bersama dalam penelitian tindakan kelas. Jawabanya sedikit aneh, “Sebenarnya tahu, tapi cuma malas menulis. Kemalasan itu karena tidak terbiasa mengetik menggunakan keyboard komputer.” Alasan ini sangat internal.

Lain lagi dengan siswa salah satu kelas ketika saya sarankan menulis kisahnya tentang sikap toleransi. Sampai batas waktu yang diberikan, hampir semua memiliki lembar kertas yang sama. Penuh dengan coretan. “apa yang menyebabkan demikian.” Tanyaku. Rata-rata mereka tidak percaya diri kalau tulisannya itu dibaca oleh orang lain. Penyebab malas menulis seperti ini adalah eksternal.

Mencoba mengintropeksi diri, kalau malas menulis adalah evaluasi, saya coba lawan agar tak muncul alasan sebagai pembelaan. “Tulisalah seperti kamu berbicara. Tulislah meski itu bukan hasil bacaan, karena perasaan pun bisa diuraikan dengan liuk abjad terangkai menjadi tulisan.” Hasilnya tulisan ini. Sangat amburadul, tapi toh seperti amburadulnya tulisan saya yang lain. Aku tak peduli.

Sebagai jawaban jika saja malas menulis yang menerpa adalah teguran saatnya membaca, kucoba untuk blogwalking, membaca tulisan orang lain, atau sekedar memberikan komentar. Biarlah malas yang penting antusias tetap terjaga. Seperti Vincent Enyama, penjaga gawang Nigeria yang terlihat sangat malas namun mampu melindungi gawangnya dari kebobolan tugas dengan baik.

Mungkin hanya ini penganalisisan terhadap pengalaman saya sendiri, setiap orang mungkin memiliki cara berbeda berdasarkan pengalaman atau hasil bacaannya. “Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan nafas hidupnya.” Kata Stephen King.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.