Pertarungan Full Body Contact dan Semi Body Contact dalam Karate

Karate adalah seni beladiri yang berasal dari Jepang. Zaman sekarang karate sendiri sudah terkenal hamper diseluruh dunia. Berbagai event pertandingan karate pun diselenggarakan guna menyalurkan “hobi” yang positif kedalam suatu olahraga beladiri. Pada mulanya karate hanya mempunyai 4 aliran dasar yakni Shotokan, Goju-Ryu, Shito-Ryu, Wado-Ryu, tetapi seiring perkembangan karate banyak aliran-aliran baru dengan organisasi yang berbeda pula yang turut memberi warna dalam salah satu beladiri paling popular didunia termasuk Indonesia selain olahraga pencak silat asli dari Indonesia.

Salah satu aliran karate yang menggunakan pertarungan full body contact adalah karate aliran Kyokushin. Aliran ini menerapkan prinsip-prinsip dasar pertarungan full body contact, dimana setiap karateka yang melakukan pertarungan dalam arena tidak menggunakan pelindung badan kecuali pelindung kemaluan. Berbeda halnya dengan pencak silat yang menggunakan sistem semi body contact.

Full Body Contact ini merupakan pertandingan karate yang memperbolehkan setiap karateka untuk melakukan serangan langsung kedalam tubuh lawan. Serangan keras dan pukulan yang masuk dalam tubuh lawan diizinkan dalam sistem full body contact. Berbagai macam pertandingan full body contact memang terlihat seperti “street fighter” atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan pertarungan jalanan. Akan tetapi dalam suatu pertandingan full body contact tidak dihitung berapa jumlah pukulan yang masuk kedalam tubuh lawan atau dalam pencak silat tidak mendapatkan poin pukulan saat mengenai badan lawan. Sebaliknya, saat lawan mengenai rusuk karateka yang menyerang dengan satu pukulan maka karateka yang menang adalah karateka yang mengenai rusuk yang langsung membuat KO(Knock Out) lawan. Dengan demikian tak peduli banyaknya pukulan masuk kedalam tubuh lawan, tetapi kemenangan dipastikan dengan karateka yang berdiri paling akhir atau istilahnya last man standing.

Prinsip semi body contact merupakan prinsip pertarungan karate yang menggunakan body protector dan head protector dalam melakukan pertandingan. Mungkin prinsip ini hamper sama dengan prinsip full body contact tetapi perbedaan terlihat jelas pada jenis serangan dan pukulan yang mengarah pada tubuh lawan. Sistem ini tidak mengizinkan antar karateka menggunakan serangan dan pukulan keras untuk menjatuhkan lawan dipertandingan. Selain itu aturan dalam sistem semi body contact sangat cocok untuk menyelenggarakan pertandingan karate khususnya untuk olahraga seni beladiri.

Penilaian atau scoring merupakan faktor yang menentukkan dimana karateka yang memperoleh poin lebih banyak keluar sebagai pemenang dalam pertandingan. Beberapa hal yang memungkinkan panitia pertandingan karate mempertimbangkan sistem ini lebih baik dibandingkan pertarungan dengan sistem full body contact. Sistem semi body contact ini dipakai hamper disemua even pertandingan karate baik tingkat nasional (Indonesia) maupun tingkat internasional.

Semi body contact ini juga mencegah cedera serius yang berakibat fatal dalam tubuh karateka saat melakukan pertarungan. Dengan adanya head protector dan body protector meminimalisir cedera fatal akibat serangan dan pukulan. Sebenarnya tak hanya sistem semi body contact saja yang mengenal pemakaian head protector dan body protector, sistem full body contact juga memakai prinsip yang sama tetapi untuk pertandingan kejuaraan dikelas junior. Meski sistem ini sedikit menyimpang dari ajaran dan prinsip full body contact, dimana karateka melakukan serangan dan pukulan sekeras-kerasnya. Tetapi untuk kelas junior mungkin aturan ini bisa diubah, mempertimbangkan usia dan fisik karateka dikelas junior dalam benturan ataupun cedera yang berakibat fatal dalam sistem pertandingan kejuaraan.

Demikian ulasan singkat mengenai pertarungan full body contact dan semi body contact didalam seni beladiri karate. Dari kedua sistem tersebut memang diterapkan oleh seni beladiri asal Jepang. Ada yang mau sparring ?

Salam bahagia …

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend