Permohonan Maaf @TrioMacan2000 di Twitter Patut Diapresiasi

Rutinitas setiap tindakan orang berbeda. Kalau di twitter, rasanya hampa jika sehari saya tak membuka akun @TrioMacan2000 yang keakuratannya bagi saya 90%. Entah siapa yang mengendalikan akun ini. Membaca Time Line-nya, tersirat keberanian lebih dan bukan kenekatan. Hampir bisa dipastikan dua orang lebih, yang mampu berkicau dengan gaya bahasa sampai rangkaian huruf pengganti ketawa hampir sama.

Tak sempat membaca lebih awal kultweetnya tentang “kuda-kudaan” sudah ramai di media visual. Ada rasa kaget, khawatir, dan sedikit gembira. “Mungkinkah adminya bakal dapat mobil?, masuk bui, atau followernya surplus drastis setelah beberapa bulan jalan di tempat?.” Seperti awalnya, keberanian lebih adalah pemicunya.

Tentu berbeda laporan dari orang sekelas Menteri dibanding Mantri. Wajar pula seorang merasa terusik dengan berita yang dianggap tidak benar, dan bisa merusak citra dan nama baiknya. Maka tak aneh jika “ybs” langsung dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Meski bagi saya, jika konsisten melihat fakta hukumnya, akan sulit.

Pertama, di akun @TrioMacan2000 tidak menyebut nama, hanya menyebut identitas. Nama disamakan dengan identitas dalam kacamata hukum tentunya debatebel. Kedua, dalam pasal yang akan digunakan sebagai tindak pidana pencemaran nama baik, dikatakan “barang siapa.” Artinya pertanyaan siapa admin @TrioMacan2000, harus dijawab terlebih dahulu.

Hari ini, jumat berkah deretan pendek tak seperti biasa kultweet @TrioMacan2000 yang intinya meminta maaf kepada pelapor. Dengan sedikit penjelasan berulang, dan pengakuan kelalaian membiarkan orang lain men-chipstory tweet miliknya, tersirat bahwa @TrioMacan2000 ingin menegaskan bahwa dia tidak bersalah, namun demikian tetap meminta maaf.

Tindakan minta maaf oleh @TrioMacan2000 di Twitter adalah hal luar biasa dan bagi saya patut diapresiasi, di tengah sulitnya seseorang mengakui kekhilafan, meski memang salah, apalagi meminta maaf dalam posisi tidak bersalah. Akun fenomenal ini memperlihatkan jiwa besar, di tengah himpitan para jiwa kerdil.

Meminta maaf menjadi barang mahal, terutama di negara Eropa. Pejabat publik di Jepang misalnya, permintaan maaf identik berpasangan dengan pengunduran diri dari jabatannya. Bahkan, banyak media lebih memilih melakukan pendekatan persuasif, daripada meminta maaf secara terbuka. Yang paling ditakuti dari permintaan maaf, adalah makna pengakuan akan kesalahan.

Dalam pendekatan agama (Islam) tak heran, jika Tuhan memerintahkan meminta maaf, bukan memberi maaf. 6000 lebih ayat al-Quran tak satu ayat pun memerintahkan memberi maaf, tapi meminta maaf. Hanya Tuhan sebagai yang Maha segala Maha, yang tak layak meminta maaf. Bagaimana mungkin bisa mengenal Tuhan, jika tak mencoba melakukan peritahnya.

Semoga permohonan maaf @TrioMacan2000 epistemologinya dari keinginan adminnya lebih mengenal Tuhan. Merdeka !!!

6 Comments

  1. MushlihinReplyMei 24, 2013 at 14:26 

    Surah Ali Imran 134. Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” dari ayat sebelumnya yang artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” Mohon maaf yang mana PERINTAH memberi maaf dari ayat tersebut…. yang saya pahami, orang yang memberi maaf adalah SALAH SATU ciri orang bertakwa yang dibahas dalam ayat tersebut. Trims masukannya 🙂

  2. SofianReplyMei 24, 2013 at 14:14 

    Koreksi 2 paragraf akhir mas.. coba buka qurannya AlImron:134, kita juga diharuskan memberi maaf kepada orang yg salah ataupun zholim.. karena itu lebih baik di mata Alloh.. 🙂

  3. SofianReplyMei 25, 2013 at 16:43 

    Kan bersegeralah (saari’uu) pd ayat sebelumnya termasuk kalimat perintah (fi’il amr) untuk orang2 beriman yg disebut di ayat 130. Perintah untuk bertaqwa yg cirinya tersebut demikian.
    Sama2, cuma pas kebetulan aja inget ayat ini. No offense ya. 🙂 salam kenal jg..

    • MushlihinReplyMei 26, 2013 at 14:06 

      Iyah, tapi bersegaranya pada maghfirah, dan jannah, dipersiapkan untuk orang bertakwa. Beberapa ciri bertakwa, A, B dst… jadi sangat jauh dikatakan kalau kata “sariu” untuk perintah maaf… heheh

  4. Masni RustamReplyJuni 16, 2013 at 23:01 

    Allah dan Rasul menyuruh memberi maaf, tidak satupun ayat Allah berbunyi:” asta’fu” seperti “astagh”firullah. Recek lagilah penjelasan ttg Allah dan Rasul menyuruh minta maaf diatas. Was

    • MushlihinReplyJuli 7, 2013 at 11:57 

      Trims 😀

Tinggalkan Balasan