Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional SMA/ SMK/ MAN 2013, Masih Perlu Dikaji

Pengumuman kelulusan Ujian Nasional SMA/ SMK/ MAN 2013 dirilis hari ini 24 Mei 2013. Setelah sehari sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam jumpa persnya menyebutkan ada 24 sekolah, siswanya 100% tidak lulus. Meski kabar gembira bagi siswa yang tidak lulus bisa mengikuti paket C bulan berikutnya, tetap saja informasi ini menimbulkan suntai deret pertanyaan.

Setelah kisruh pelaksanaan Ujian Nasional terutama SMA/ SMK/ MAN 2013 ramai diberitakan baik media cetak dan online akibat perubahan jadwal dan bolehnya dokumen negara di foto copy, banyak yang mengatakan kalau semua siswa bakal lulus 100%. Asumsi ini cukup rasional. Siswa dan sekolah bisa berdalih dengan kisruh yang dialami menjadi penyebab ketidaklulusan siswa.

Ternyata tidak benar. Kenaikan presentase kelulusan Ujian Nasional SMA/ SMK/ MAN 2013 dibanding tahun lalu, tetap saja menyisakan ribuan siswa dinyatakan tidak lulus. Provinsi terbanyak adalah Aceh, Papua, Maluku, dan diikuti provinsi lainnya. Provinsi yang disebutkan letaknya cukup jauh dari Ibukota, tempat naskah dicetak, dan jumlah siswanya kelihatanya berkelompok.

Perlu dilakukakn kajian ulang faktor penyebab ketidaklulusan siswa, bisa saja betul masalah psikologi, atau masalah scan yang kurang akurat hasil copian akibat kurangnya naskah Ujian Nasional. Hal ini penting, karena menjadi alat ukur evaluasi pendidikan secara Nasional. Karena jika menggunakan kogika murni, pelaksanaan semrawut pasti hasilnya juga demikian.

Sebagai bahan evaluasi, hasil Ujian Nasional SMA/ SMK/ MAN 2013 semestinya tidak hanya melihat dari presentase kelulusan, tapi juga melihat presentase hasil dari nilai yang diperoleh siswa dibanding tahun sebelumnya. Seperti diketahui, bahwa target nilai kelulusan dari Ujian Nasional hanya 60% sisanya dari nilai sekolah, dengan nilai akhir minimal 5,0. Artinya, tak sulit untuk hanya sekedar lulus, jika sebelumnya nilai sekolah tidak ada masalah.

Ada benarnya pihak Kemdikbud akan mengkaji sekolah yang siswanya tidak lulus 100%. Secara sederhana, jika semua siswa kelas 3 dalam satu sekolah tidak mampu menjawab dengan benar 14 nomor soal jika 50 soal, maka sangat aneh dan mencurigakan. Bahwa faktor kelulusan dengan LJK, tidak hanya dari jumlah soal yang mampu dijawab dengan benar, tapi juga cara mengerjakannya. Maka pemeriksaan manual patut dipertimbangkan.

Karena yang bertanggungjawab terhadap evaluasi pendidikan adalah sekolah dan pemerintah, dan hasil Ujian Nasional adalah salah satu alternatif evaluasi, maka hasil Ujian Nasional SMA/ SMK/ MAN 2013 dengan posisi daerah sekolah yang siswanya tidak lulus terkesan berkelompok, maka kajian terhadap hal itu sangat urgen.

Bagi adik-adiku yang lulus, selamat. Dan bagi yang masih menunggu paket C, teteplah belajar. Ujian Nasional, hanyalah ujian dan bukan penentu mutlak masa depan anda.

Tinggalkan Balasan