Penafsiran Surah al-Fatihah Ayat 5

Melanjutkan kajian singkat kita mengenai penafsiran ayat sebagai program satu hari satu ayat, maka pada artikel ini penafsiran melanjutkan al-Fatihah ayat 4 sebelumnya. Kita baca bersama dalam hati; “Iyyaaka Na’budu wa iyyaaka nasta’iin.” Dalam terjemahnya; KepadaMulah kami menyembah dan kepadaMulah kami meminta.”

Jika diperhatikans ecara seksama, ada perubahan gaya bahasa dari surah al-Fatihah sebelumnya dengan surah al-Fatihah ayat 5 kali ini. Dalam al-Fatihah ayat 1, 2, 3 4, bentuk kalimatnya adalah “orang” ketiga atau dalam bahasa Arab disebut ghaib. Sedangkan dalam al-Fatihah ayat 5 ini bentuk kalimatnya adalah orang kedua, atau biasa disebut mukhatab. Untuk lebih memahami, ghaib adalah yang dibicarakan, dan mukhatab yang diajak berbicara.

“Iyyaka”, hanya kepadaMu. Ini adalah bentuk pengakuan seorang hamba (manusia) bahwa hanya Allah yang patut disembah. Rentetan ayat sampai ayat 5 ini menunjukkan bahwa Allah swt memberikan pujian kepada diri-Nya sendiri dengan berbagai sifat-Nya yang Agung, serta petunjuk kepada hamba-hamba-Nya agar memuji-Nya dengan pujian tersebut.

Secara ringkas, makna dari hadis Nabi saw, “Aku telah membagi salat dua bagian antara diri-Ku dan hamba-Ku. Bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Pada kalimat “Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”, adalah bagian antara hamba-Ku dan diri-Ku. Untuk hamba-Ku apa yang diminta. Itulah salah satu sebab, al-Fatihah adalah rukun dalam Shalat.

Adapun maksud dari “kami” penjelas mengenai jenis hamba, orang yang salat merupakan salah satu dariNya, apalagi jika orang-orang melakukannya secara berjamaah. Atau, imam dalam salat memberitahukan tentang dirinya sendiri dan juga saudara-saudaranya yang beriman tentang ibadah, yang untuk tujuan inilah mereka diciptakan.

Ayat 5 ini, seakan-akan kita berkata begini: “Ya Tuhan, setelah kami mengenal-Mu dengan benar, sekarang kami yakin bahwa Engkaulah yang pantas kami sembah sehingga Engkau pulalah yang pantas kami mintai pertolongan.” Jadi ayat ini mengasumsikan bahwa kita telah mengenal-Nya dengan benar, baru kemudian kita mengibadahinya.

Kata “na’budu” artiya penyembahan dan pelakunya adalah hamba. Bahwa semua manusia adalah hamba-Nya. Tetapi hanya manusia yang mengibadahi-Nya dengan sempurnalah yang disebutnya dekat. Firman Allah; “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sungguh Aku dekat (kepadanya). Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila mereka berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu (tetap) memenuhi-(perintah)Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada di jalan yang benar.” (2:186)

Perbuatan “meminta” mempunyai dua pengertian: hakiki dan majazi (semu). Kepada sesama kita boleh meminta, karena kalau tidak saling meminta, kehidupan tidak bisa berjalan. Tetapi meminta dalam pengertian ini sifatnya semu. Sebab seperti telah diuraikan pada ayat sebelumnya, pemilik dan penguasa sejati segala sesuatu adalah Allah. Maka apa yang manusia aku sebagai miliknya, pada hakikatnya adalah semu. Meminta dalam pengertian hakiki inilah yang disebut isti’aanah (bentuk isim/kata-benda dari kata-kerja nasta’iin).

Dalam al-Quran, ada dua kata yang sering menyertai kata isti’anah, yaitu kata sabar dan shalat (2:45 dan 153). Dan urutan ini tidak pernah bertukar. Sabar mendahului salat boleh jadi karena sabar itu adalah kualitas pribadi yang mutlak menyertai pemiliknya setiap saat. Sementara salat hanya dilakukan lima kali sehari semalam. Sabar juga dibutuhkan agar setiap saat kita tetap istiqamah (konsisten) berpegang pada prinsip hakiki di atas tadi.

Lalau apa aplikasi dari penafsiran surah al-Fatihah ayat 5 ini dalam kehidupan sehari-hari?. 1) Sendainya Anda lalai ketika sedang salat (dengan mengingat selain Allah), maka usahakan sedapat mungkin mengingat-Nya kembali pada saat sedang membaca ayat ini. 2) Setiap ibadah butuh kesabaran. Dengan kesabaranlah petunjuk itu akan datang. 3) Apapun yang Anda minta yang sesuai dengan kebutuhan Anda dalam ayat ini pasti dikabulkan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Send this to a friend