Penafsiran Surah al-Fatihah Ayat 2

Setelah dalam tulisan awal tentang penafsiran surah al-Fatihah ayat 1, maka sebagai bagian dari program satu hari satu ayat, tentu sattnya kita melangkah ke penafsiran surah al-Fatihah ayat 2. Mari kita baca bersama meski dalam hati. “Alhamdu Lillahi Rabbil Alamin.”

Kata alHamdu terdiri dari Al dan Hamd. Kata ini berasal dari kata dasar Hamd, umumnya diartikan dengan pujian. Kata ini sangat indentik dengan kata syukur, karena memang biasanya, ketika seorang mensyukuri dan gembira atas sesuatu akan menjadi elok jika dibarengi dengan pujian. Namun pada hakekatnya, dari segi bahasa kedua makna tersebut mempunyai makna yang berbeda. Hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang bersangkutan, walau ia tidak memberi apapun kepada si pemuji atau yang lainnya. Sedangkan syukur digunakan untuk mengkui dengan tulus dan penuh penghormatan akan nikmat yang dianugerahkan oleh yang disyukuri itu, baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.

Alhamdulillah berarti syukur kepada Allah swt dan bukan kepada selain-Nya. Allah yang menganugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sesuatu yang tidak terhingga jumlahnya, dan tidak ada seorang pun selain Dia yang mengetahui jumlahnya. Alhamdulillah merupakan pujian yang disampaikan Allah untuk diri-Nya sendiri. Di dalamnya terkandung perintah kepada hamba-hamba-Nya supaya mereka memuji-Nya. Seolah-olah Allah swt mengatakan, “Ucapkanlah Alhamdulillah.”

Dalam satu riwayat, “Ya Rasulullah, maukan engkau aku puji dengan berbagai pujian seperti yang aku sampaikan untuk Rabb-ku, Allah?. “Maka beliau bersabda, “Adapun, (sesungguhnya) Rabb-mu menyukai pujian (al-Hamdu).” (HR. Imam Ahmad dan Nasa’i).

Alif dan Lam pada kata Alhamdu dimaksudkan untuk melengkapi bahwa segala macam jenis dan bentuk pujian itu hanya untuk Allah semata. Dalam bahasa Arab disebut Alif Lam Makrifah.

Kata Rabb adalah pemilik, penguasa, dan pengendali. Menurut bahasa, kata ini ditujukan kepada tuan dan kepada yang berbuat untuk perbaikan. Namun dalam penjabaran akidah, kata Rabb tidak digunakan untuk selain dari Allah kecuali jika dibenarkan tambahan dengan kata lain setelahnya.

Rabb adalah nama yang agung (al-Ismul Azham). Sedangkan Alamin adalah bentuk jamak dari kata Alamun yang berarti segala sesuatu yang ada selain Allah swt. Al-Alam berarti semua yang diciptakan oleh Allah di dunia dan di akhirat. Alam merupakan bukti yang menunjukkan adanya Pencipta serta keesaan-Nya. Itulah sebabnya, secara singkat, Rabbil Alamiin berarti penguasa atas sekalian alam.

Demikian penafsiran surah al-Fatihah ayat 2 ini. Singkat, dan akan dikembangkan seiring waktu. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan