Penafsiran Surah al-Fatihah Ayat 1

Terdapat perbedaan, apakah kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” merupakan bagian dari ayat surah al-Fatihah, atau hanya ayat yang ada di awal surah?. Pendapat paling mayoritas, ia adalah satu ayat di dalam Surah al-Fatihah sehingga jumlahnya tujuh ayat. “Sesungguhnya Kami telah kurniakan kepadamu tujuh ayat dari ayat-ayat yang diulang-ulangkan bacaannya dan al-Quran.” Surah al-Fatihah senantiasa diulang baik dalam shalat, maupun setiap awal melakukan perbautan.

Pertama: Dengan menyebut Nama Allah. Kata “Allah” merupakan nama untuk Rabb. Allah adalah nama yang paling agung, karena nama itu menyandang segala macam sifat. “Dialah Allah yang yang berhak diibadahi selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (al-Hasyr: 22)

Dengan demikian, semua nama-nama adalah sifat-Nya. Nama Allah merupakan nama yang tidak diberikan kepada siapa pun selain diri-Nya, yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Oleh karena itu, dalam bahasa Arab tidak diketahui dari kata apa itu berasal. Sehingga dalam bahasa Arab, kata “Allah disebut ism jamid, yaitu nama yang tidak mempunyai kata dasar. “Alif” dan “Lam” dalam kata “Allah” merupakan sesuatu yang utuh dan tidak terpisah.

Kedua: al-Rahman dan al-Rahim, merupakan dua nama dalam bentuk mubalaghah (bermakna lebih) yang berasal dari satu kata ar-Rahmah. Kata ar-Rahman lebih menunjukkan makna yang daripada kata al-Rahim. Al-Rahman merupakan nama yang bersifat umum meliputi segala macam bentuk rahmat, nama ini dikhususkan bagi Allah semata. Sedangkan ar-Rahim, memberikan kasih sayang hanya kepada orang-orang yang beriman.”

Ibnu al-Mubarak mengatakan: “Ar-Rahman yaitu jika diminta, maka Dia akan memberi. Sedangkan ar-Rahim yaitu jika permohonan tidak diajukan kepada-Nya, maka Dia akan murka. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Dia akan murka kepadanya.”

Dalam Tafsir Fi Zilal al-Quran, kedua sifat ini meliputi segala pengertian kasih sayang dan kasihan belas juga meliputi segala keadaan dan bidangnya.

Sekian penafsiran surah al-Fatihah kali ini. Penafsiran ini semoga bisa dipahami, atau setidaknya menjadi penambah wawasan dalam rangka satu hari satu ayat.

Tinggalkan Balasan

Send this to a friend