Penafsiran Surah al-Baqarah Ayat 1

Tanpa terasa, kita sudah memasuki hari kedelapan sejak dimulainya program tafsir satu hari satu ayat ini. Artinya, kesempatana kali ini kita akan membahas penafsiran surah al-Baqarah ayat 1. Sebelumnya, sedikit kami jelaskan, bahwa surah ini diturunkan di Madinah dan seluruhnya terdiri dari 286 ayat. Nama al-Baqarah (sapi betina) sendiri diambil dari cerita yang terdapat dalam surat tersebut tentang sapi betina pada masa Nabi Musa.

Surah al-Baqarah merupakan surah yang terpanjang di antara berbagai surat dalam al-Quran. Di samping itu, surah al-Baqarah juga mengandung macam-macam hukum yang tidak terdapat di dalam surat yang lain. Karena itulah, Khalid bin Ma’adan menamakannya dengan Fusthath al-Quran (Tenda Besar Al-Qur’an).Di dalam riwayat lain, al-Baqarah juga disebut dengan nama Sanam al-Quran (Punuknya al-Quran). (lihat tafsir al-Misbah)

Kita baca bersama surah al-Baqarah ayat 1; “Alif Laam Miim”. Ayat dengan model seperti ini disebut huruf mutaqaththi’ah, di baca dengan cara terputus-putus “Alif lalu Laam lalu Miim. Surat-surat yang di awali dengan huruf mutaqaththi’ah ada 29 surat, yang pertama adalah surat al-Baqoroh ini dan yang terakhir adalah surat Nuun. Surat- surat tersebut ada yang di mulai dengan satu huruf, diantaranya surat Shaad,Qaaf dan Nuun. Ada pula yang di mulai dengan dua huruf, diantaranya surat Thaa Haa, Yaa Siin dan Haa Miim. Dan ada pula yang dimulai dengan tiga,empat Dan lima huruf. Tidak ada riwayat yang kuat dari Nabi saw yang menafsirkan huruf-huruf tersebut.

Mayoritas ulama menafsirkan bahwa huruf mutaqaththi’ah termasuk ayat-ayat Mutasyabihat yang hanya Allah swt mengetahui arti dan maknanya. Hanya sedikit kitab tafsir yang mencoba menafsirkan huruf mutaqaththi’ah ini. Dan penafsiran itu lebih mendekati corak penafsiran sufi.

Ibnu Katsir berkata bahwa ayat-ayat tersebut merupakan nama-nama surah dan nama-nama Allah yang dipergunakan untuk mengawali suatu surah. Setiap huruf dalam ayat-ayat tersebut menunjuk kepada salah satu nama dari nama-nama Allah serta menunjuk kepada suatu sifat dari berbagai sifat-Nya. Hal itu sesuai dengan kebiasaan Alquran yang membuka awal surat dengan ungkapan pujian, pensucian, dan pengagungan kepada Allah.

Bukan tanpa maksud Allah swt menjadikan ayat pertama surah dalam al-Quran dengan model seperti ini. Setidaknya ada dua tujuan. Pertama : Bahwa ketika orang-orang musyrik menolak untuk mendengarkan al-Quran karena khawatir nantinya al-Quran dapat mempengaruhi jiwa para pendengarnya , maka membaca huruf-huruf tersebut merupakan argumentasi yang unik bagi mereka untuk menarik perhatian mereka agar mau mendengarkan al-Quran. Maka merekapun mau mendengarkan dan terpengaruh, lalu beriman dan taat. Ini merupakan pelajaran terbesar dalam masalah ini.

Kedua : Tatkala orang-orang Musyrik mengingkari keberadaan al-Quran sebagai kalam Allah, maka munculnya huruf-huruf ini menantang mereka dan berkata, “Sesungguhnya al-Quran ini tersusun dari huruf-huruf semacam ini, maka silahkan kalian menyusun (kitab) yang semisalnya”. Kesimpulan ini di kuatkan dengan penyebutan kata al-Quran.

Apa pelajaran dari maksud ayat dari huruf mutaqaththi’ah itu?. 1) setidaknya, Allah tidak menafikan strategi. Salah satu strategi diperlihatkan oleh Allah agar al-Quran didengar dan diperhatikan oleh Arab Qurays waktu itu. 2) sebelum menunjukan keahlian terhadap orang lain, persiapkan diri dengan matang. Allah melalui huruf muthaqaththi’ah mengajarkan, bahwa menantang sesuatu yang layak ditantang bukanlah gertak sambal, tapi penuh dengan persiapan yang matang agar tantangan itu tidak terkalahkan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Send this to a friend