Pecatur Indonesia Gagal di ASIAN Continental

Memperebutkan 5 tempat di Piala Dunia pada Kejuaraan Catur Kontinental Asia 2018 di Makati City, Filipina, berlangsung sangat ketat. Persaingan berlangsung tadi siang waktu setempat. Akhirnya, tiga tempat pertama ditempati oleh GM Wei Yi (China), GM Amin Tabatabaei (Iran), dan GM Le Quang Liem (Vietnam) dengan 6½ poin. Dua slot lagi jatuh ke tangan GM Surya Shekhar Ganguly (India) dan GM Nguyen Ngoc Truong Son (Vietnam)

Perebutan dua tempat terakhir sangat dramatis karena ada delapan pecatur yang memiliki poin sama termasuk GM Nodirbek Abdusattorov di peringkat enam, dan GM Parham Maghsoodloo di posisi ketujuh.

Unggulan pertama GM Wang Hao dan unggulan keempat GM Vidit Santosh Gujrathi secara tragis tersingkir dari lima besar. Mereka hanya menempati peringkat 11 dan 17.

(Baca: entah apa maksud Magnus Carlsen)

Khusus untuk Vidit, ia tidak pernah kalah dari sembilan babak namun Vidit terlalu banyak memproduksi hasil remis sampai enam kali. Pecatur nomor tiga India ini sejak menjadi sekondan GM Anish Giri sepertinya ketularan virus remis. Mungkin sudah waktunya ia berpisah dengan pecatur Belanda peringkat lima dunia itu dan bergabung dengan Shakhryar Mamedyarov.

Sementara itu pecatur nomor satu Indonesia GM Susanto Megaranto harus puas menempati peringkat ke-12 setelah hanya bermain remis di dua babak terakhir. Ia gagal meraih satu tempat di World Cup 2019.

Pada bagian putri, IM Padmini Rout dari India merebut satu-satunya tiket ke Kejuaraan Dunia Wanita 2019 setelah mencetak 7 poin dari sembilan babak. Padmini unggul tie-break dari pecatur Singapura WGM Gong Qianyun yang juga sama-sama membukukan 7 poin.

WGM Medina Warda Melia yang diharapkan mampu bersaing di turnamen ini hanya menempati urutan kesepuluh dengan 5½ poin. Pecatur nomor dua Indonesia ini perlu lebih mempersiapkan diri jika ingin bermain di kejuaraan dunia seperti sudah pernah dilakukan Irene dua kali.

 

Tinggalkan Balasan