Mengetahui Arti Istilah Kafarat

Ada banyak istilah dalam syariat Islam. Istilah tersebut diadopsi dalam bahasa Arab. Sebagian sudah menjadi dan masuk dalam ejaan yang disempurnkan, dan sebagian lagi hanya menjadi istilah dalam pembahasan tertentu. Salah satu istilah yang dimaksud adalah kafarat.

Kafarat merupakan denda bagi seseorang yang melakukan pelanggaran terhadap hukum yang ditetapkan oleh syariat seperti seseorang yang melakukan hubungan badan dengan istrinya di siang hari bulan ramadhan secara sengaja dan sadar bahwa dirinya dalam keadaan puasa ramadhan, maka seseorang tersebut diwajibkan mengqadha (mengganti) puasanya dan membayar kafarat (sebagai dendanya).

Ketentuan kafarat atas pelanggaran berhubungan dengan istri tersebut, adalah memerdekakan budak perempuan mukmin, dan apabila tidak mampu diwajibkan berpuasa 2 bulan secara terus menerus tanpa senggang, dan apabila tidak mampu memberi makan 60 orang miskin atau fakir miskin, dan 1 orang fakir dengan ukuran 1 mud beras (1 ritl dan 1/3 ukuran Baghdad).

Menurut pendapat Imam Syafi’i, Imam Maliki dan Imam Hanafi kalau ia tidak mampu menunaikan semua ketentuan bentuk-bentuk kafarat tadi, maka ia mempunyai tanggung jawab menunaikannya sampai ia mampu melaksanakannya.

Sedangkan menurut Imam Hambali, jika tidak mampu melaksanakan semua kafarat yang ditentukan maka gugurlah kafarat tersebut sekalipun setelah itu merasa lapang tapi ia tetap tidak wajib melakukan sesuatu.

Sedang para ulama madzhab sepakat bahwa kafarat itu diulang-ulang karena ada sebab-sebab yang mewajibkan pengulangan tersebut, baik dua hari atau lebih.

Barangsiapa yang makan dan minum dalam dua hari maka ia wajib membayar kafarat dua kali, tapi kalau makan dan minum atau bersetubuh beberapa kali dalam satu hari menurut Imam Hanafi, Imam Maliki dan Syafi’i tidak perlu membayar kafarat berulang-ulang, sekalipun berbuka dengan berbagai macam makanan dan minuman.

2 Comments

  1. ForediReplyApril 26, 2015 at 18:48 

    Terimakasih informasinya yang bermanfaat, salam kenal dan salam silaturahim. Semoga sukses selalu. Amin!

    • MushlihinReplyMei 1, 2015 at 22:48 

      Sama sama bero 😀

Tinggalkan Balasan