Mengenal Sugesti; Refleksi Kasus Asusila Guru SMA Belawa

“Tolong, jangan soroti perilaku korban dalam harian anda,. Saya khawatir, korban semakin shok”, kata-kataku berulang kuucapkan kepada teman wartawan harian terbesar di Sulawesi Selatan. “Itu tergantung redaktur, saya hanya berusaha meng-input data”, jawabnya santai.

***

Sejak tersebarnya video asusila antara seorang guru “terbaik” SMA dengan siswi terbaiknya, belawa (nama kampung -+40 km dari kota sengkang), dunia pendidikan seakan terpukul secara general. Tak ayal, predikat guru sabagai pengayom setidaknya rusak, gara-gara ulah seorang.

Seorang guru berinisial “J”, melakukan tindakan asusila. Terlihat dalam dua video berdurasi 18.25 dan 15.46 menit. Dalam video tersebut terlihat jelas, bagaimana siswi korban seolah terhipnotis. Menurut analisa penulis, ada unsur kesengajaan dalam video tersebut. Sayang penulis tidak¬† memiliki alat sekelas Roy Suryo sehingga tidak tahu media yang digunakan.

Berdasarkan dengan apa yang diperlihatkan dalam video ekstensi 3gp itu, tidak ada unsur pemaksaan. Artinya, dalam aturan hukum pidana, pelaku (J), tidak akana dikenakan pidana atas apa yang dilakukannya. Mungkin kenyataan ini sulit diterima, tapi itulah hukum kita.

Fakta membuktikan, masyarakat mungkin malu, sedih, atau mungkin khawatir dengan perilaku amoral itu suatu saat akan menimpa keluarga mereka, sore (30-5-2012) rumah (J) diratakan dengan tanah. Masyarakat marah, marah karena sebab beragam. Entah…Namun jika hati nurani ditanya, bagaimana bisa seorang guru rela merusak masa depan siswi yang semestinya dianggap sebagai anaknya.

***

Kasus asusila yang dilakukan guru terhadap siswinya di negara mayoritas muslim ini, memang bukan hal baru. Tapi yang paling menyedihkan, ketika pelakunya adalah seorang guru yang mendapat predikat teladan. Meskipun alasan hipnotis sulit diilmiahkan, tapi itulah faktanya.

Banyak siswi yang menjadi korban seakan tidak mampu lagi menceritakan apa yang dialaminya. Namun, penulis lebih suka menyebutnya sebagai sugesti. Sugesti dapat hadir dari sesuatu yang berulang-ulang.

Anda tiba-tiba kenal dengan sorang pejabat yang menjadi calon legislatif, dan rela berkorban untuk men-contreng dan bahkan mengkampanyekannya, disebabkan hanya berasal dari baliho dengan wajah dan pesan tertulisnya.

Seringnya anda melihat baliho dan pesan yang disampaikan, menjadi sugesti buat anda. Jika anda ingin buktikan, camkan pada seorang siswi anda, bahwa mulai hari ini namanya adalah Joko, panggil dia Joko, dalam absen Joko, dan temannya wajib memanggilnya Joko. dan lihat apa yang terjadi 2 hari kemudian, ketika anda menyebut Joko, dia akan berpaling melihat anda. Itulah sugesti yang berasal dari suatu yang berulang.

Unsur ketaatan siswa-siswi terhadap gurunya, memang terkadang menjadi problema tersendiri. Karena taat, siswi yang cantik, ditengah kondisi keluarga yang tidak fresh, akan membuat anak menjadi labil, ketika labil, sugesti sangat mudah masuk dan mempengaruhi. Jika berniat membuktikannya, telusuri secara detil, “apakah asusila yang dilakukan dinikmati?, jawabannya pasti Tidak.

Cukuplah kejadian dari video, menjadi pelajaran setidaknya tiga hal. Jika anda siswi, jangan percaya sesuatu yang diluar dari pelajaran anda sepenuhnya, jangan mendatangi rumah guru anda, jika tanpa ada yang menemani, dan cepatlah sadar jika seseorang menyampaikan sesuatu yang sederhana tapi berulang.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.