Makna “Kebocoran Uang Negara” Prabowo dalam Debat Capres

Menulis dalam konteks politik akan berbeda selainnya. Karena tulisan politik terkait kekuasaan yang berkutat dalam politik itu sendiri. Mengungkapkan kebaikan dan kekurangan dalam tulisan berbau politik adalah hal wajar. “Ungkapkan semua kekurangan dan kelebihan para kontestan politik, agar saat memegang jabatan nanti, kita lebih ikhlash menerima keberadaannya.

Setelah beberapa kali menulis tentang Joko Widodo sebagai Calon Presiden (Capres) usungan PDI-P dari filter benang kusut debat capres, kini tiba giliran melihat apa yang dikatakan mantan Danjen Koppasus yang juga mantan menantu Presiden 32 tahun RI, Prabowo Subianto. Prabowo yang diharapkan “mandi jempol” setelah menampilkan aksi keren dari pidato sebelumnya, namun ternyata tidak seperti yang diharapkan. Ini setidaknya menurut penulis.

Beberapa kali terulang “kebocoran uang negara” yang dikutip dari pernyataan ketua KPK dan juga dirilis kompas, mencolek beberapa ekonom dan orang yang terlibat langsung dalam hal ekonomi di pemerintahan. Menteri Keuangan M. Chatib Basri dan Menko Perekonomian Chairul Tanjung bahkan merasa perlu menimpali pernyataan Prabowo Subianto. Tak sampai di situ saja, kampanye negatif sontak muncul, “bukankah Prabowo sama saja mengkritik Calon Wakil Presidennya sendiri, Hatta Radjasa yang baru saja mundur sebagai Menkokesra ?”.

Alih-alih membela Prabowo kalau memang itu keliru. Keliru dalam konteks tertentu jika dilihat sekilas saja. Namun, jika ingin melihat lebih dalam, apa yang dikatan secara berulang oleh mantan Danjen Koppasus ini ada benarnya. Bagi saya, ada kesalahpahaman besar melihat makna keuangan Negara oleh beberapa pihak, sehingga berbeda memahami makna kebocoran uang Negara menurut Prabowo. Kesalahpahaman itu terletak dalam dua hal;

Pertama: keuangan negara ternyata dapat dilihat dari dua lingkup berbeda, dan ini bisa dilihat pada referensi Hukum Anggaran Negara, yaitu: 1) Keuangan negara dalam arti sempit; dan 2). Keuangan dalam arti luas. Keuangan negara dalam arti sempit yaitu, APBN dan keuangan Negara dalam arti luas, mencakup APBN, APBD, unit-unit usaha negara, dan seluruh kekayaan negara.

Dari sini kemudian menjadi menarik, keuangan Negara dalam pengertian yang manakah yang menjadi pertanggungjawaban pemerintah, yang dikepalai oleh Presiden? Jika merujuk kepada Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Pasal 1 poin 1, berbunyi “semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.” Maka jika merujuk dari pernyataan UU itu, keuangan Negara yang dimaksud adalah keuangan Negara dalam arti luas.

Menjadi debatebel, karena keuangan Negara yang dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah kepada DPR adalah keuangan negara dalam arti sempit sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004, tentang Perbendaharaan Negara pasal 1 bahwa “Perbendaharaan Negara adalah pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara, termasuk investasi dan kekayaan yang dipisahkan, yang ditetapkan dalam APBN dan APBD.”

Inilah benang kusut perdebatan pemahaman makna kebocoran uang Negara secara maknawi yang disebut berulang oleh capres Prabowo dan ditanggapi oleh banyak pihak sebagai keuangan Negara dalam arti sempit. Padahal, yang dimaksudkan oleh prabowo subianto adalah keuangan Negara dalam arti luas, yakni selain APBN dan APBD termasuk juga kekayaan BUMN dan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia.

Ilustrasi sumber: kaskus.co.id
Ilustrasi sumber: kaskus.co.id

Kedua, bahwa bocornya keuangan Negara dikutip dari pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, yang dimuat di kompas online pada tanggal 7 September 2013. Jelas dikatakan bahwa menurut Abraham, pemerintah berbohong tentang kebijakan impor yang cenderung tidak jelas. “Kita ini dibodoh-bodohi terus, impor-impor itu bohong karena KPK sudah memelajarinya,” katanya.

Ada 45 blok minyak dan gas (migas) yang saat ini beroperasi di Indonesia, sekitar 70 persen di antaranya dikuasai oleh kepemilikan asing. Kondisi semakin parah karena banyak pengusaha tambang di Indonesia yang tak membayar pajak dan royalti kepada negara. Akhirnya potensi pendapatan negara sebesar Rp 7.200 triliun hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal, kata Samad, pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20.000 triliun. Artinya, jika jumlah penduduk Indonesia 260.000.000 jiwa, maka hasilnya kurang lebih 27 juta rupiah dana segar dari pemerintah dapat mengucur untuk rakyat Indonesia.

Kita terpaku dengan hanya mencari kesalahan dari pernyataan yang tidak kita kaji ulang. Bahwa jelas, baik dari definisi maupun pernyataan ketua KPK sebagai sumber yang disebut, yang dimaksudkan adalah keuangan Negara dalam arti luas. Bukan keuangan Negara yang hanya berkutat pada APBN yang dipertanggungjawabkan pemerintah ke DPR saja. Mungkin hal ini pulalah sehingga BPK pernah ingin mengaudit semua perusahaan yang ada dalam Negeri sebagai manifesto keuangan Negara dalam arti luas. Namun kesemua makna kebocoran uang negara menurut Prabowo, adalah menurut saya.

Salam bahagia

Sumber data online 1, 2, 3

Sumber data offline: Arifin P. Soeria Atmadja, Mekanisme Pertanggungjawaban Keuangan Negara: Suatu Tinjauan Yuridis. (Jakarta: PT Gramedia, 1986, h. 51-53)

4 Comments

  1. JonoReplyJuni 17, 2014 at 23:06 

    intinya khan , bochor,, bochorr

    • si inyongReplyJuli 3, 2014 at 08:00 

      Bocor dan bego juga mirip 🙂

  2. jaket bola murahReplyJuni 29, 2014 at 15:56 

    Saya baru tahu yang dimaksud kebocoran adalah nilai tambah sebuah produk yang hilang. Mestinya pak prabowo itu menjelaskan lebih detail . Kalo menurut saya pribadi nilai tambah itu tidak sama dengan kebocoron. nilai tambah itu lebih ke daya saing untuk produk. tidak ada lah namanya bocor, karena daya saing itu buat memenangkan market. Sedangkan bocor itu artinya perlu di tambal 😛

  3. LihinReplyJuli 3, 2014 at 08:01 

    Emang ban apa hehehe

Tinggalkan Balasan