Kutukan Kota

Cerita ini dimulai dengan warna hitam.

Kenapa hitam?

Karena memang itulah warna yang mendominasi mata dan perasaan.

Kota ini tak memiliki siang, langit selalu seragam tiap saatnya, tanpa cahaya, hanya mendung dan akhirnya hujan dan hujan lagi.

Tidak ada yang berbeda pada kehidupan gadis-gadis di bawah sana, mereka memiliki ritme tersendiri saat mencari kesenangan dengan lelakinya, dan berpura-pura menghalalkan uang mereka sendiri dengan ritual aneh.

Kunang-kunang.

Dengan bantuan kunang-kunang, perasaan yang gelap itu mendapat sedikit bumbu terang walau sebenarnya tak cukup untuk mengenali wajah

Saat ini, dalam gelap terjadi suatu kegemparan, dua hati saling mencukil darah masing-masing lawan. Dengan kunang-kunang dalam botol plastik yang diikat di kepala, mereka memperebutkan satu-satunya hutan yang diyakini masih menyimpan sisa kunang-kunang

Ya, perasaan seakan sedang di ujung tombak, kunang-kunang semakin langka karena terus diburu.

Mereka semakin jarang dan sulit ditemui, para lelaki berlomba untuk panik.

Kini para lelaki di kota ini pun haus akan kunang-kunang, apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkannya

Di bawah langit hitam dalam udara dingin yang menusuk, seorang wanita sedang bertarung menghadapi panas dan sulitnya kehidupan bebas, demi memberikan satu kunang-kunang untuk lelaki pemenang tadi.

Perempuan muda itu menjalani proses panjang, hingga suatu malam dia runtuh akan pertanyaannya sendiri. Ia bertanya arti penting kunang-kunang bagi lelakinya itu, dan,

Lelakinya hanya tertawa seakan mempermalukannya, dia samasekali tak mempedulikan tentang kunang-kunang yang telah ia miliki lewat wanita itu, lelakinya tak pernah tau harga hidup kunang-kunang itu. Dia bertarung hanya untuk mendapatkan sebuah nama dan pengakuan oleh dunia saja, tidak lebih. Dia tak peduli tentang banyaknya lelaki yang menginginkannya ingga tetes darah terakhir, dan telah dia kalahkan.

Ini telah membuat wanita itu geram dan mengutuk kota ini menjadi gelap.

Dikirim oleh: RIKA RAHAYU

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend