Kisah Hoax ala Abu Nawas

Apa itu hoax? Hoax adalah berita tidak benar, bohong, palsu, atau informasi yang tidak benar baik berupa ucapan dan tindakan, itulah hoax. Dalam era millenial, hoax dikemas dalam bentuk informasi tulisan, gambar maupun video. Caranya beragam dan makin canggih. Misalnya, tulisan diplesetkan sehingga menimbulkan persepsi berbeda dengan faktanya. Atau dalam bentuk video, memotong video sehingga penyampaian dalam video tidak utuh dan menimbulkan persepsi kebalikan dari kejadian sebenarnya.

Kemasan Hoax kian hari kian menarik. Di balik berita Hoax selalu ada dampak baru yang pastinya negatif. Dalam strategi politik kemasan hoax juga kian bervariasi. Misal, penebar hoax ingin memberikan kesan dizalimi dengan menebar hoax tentang diri mereka sendiri. Sebar hoax sendiri, klarifikasi sendiri dan seterusnya.

Terkadang juga, hoax menjadi jebakan, yang akhirnya penerima hoax tidak bisa menghindar dari berita hoax tersebut. Misal dalam kisah hoax Abu Nawas. Tahu Abu Nawas kan? Seorang Pujangga Arab yang sangat terkenal melalui karya 1000 satu malam. Nama aslinya Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami. Hidup masa 756-814. Pujangga terbesar masa klasik berdarah Arab dan Persia. Salah satu kisah hoax ala Abu Nawas sangat menarik.

Suatu hari Abu Nawas berjalan di tengah pasar mengangkat topinya sambil menengadah seakan lagi melihat kedalam topinya. Orang-orang yang melihat tingkah Abu Nawas itu tentu merasa heran

“Apakah AbuNawas telah gila?” Kata orang-orang. Namun Abu Nawas tetap melihat isi dalam topinya sambil tersenyum dan penuh bahagia tanpa peduli ucapan orang.

Salah seorang datang menghampiri Abu Nawas lalu bertanya:
“Wahai saudara-ku, apa yang sedang kamu lihat di dalam topi itu?

“Aku sedang melihat surga lengkap dengan bidadari-bidadari.” Jawab Abu Nawas dengan wajah cerah dan senyum puas.

“Coba aku lihat! Pinta orang itu dengan penuh penasaran.

“Saya tidak yakin kamu bisa melihat seperti yang saya lihat.” Abu Nawas menimpali.

“Mengapa? Tanya orang itu semakin penasaran.

“Karena hanya orang yang beriman dan sholeh saja yang bisa melihat surga di dalam topi ini.” Kata Abu Nawas meyakinkan.

“Coba aku lihat.” Kejar si penanya penasaran.

“Silahkan!” kata Abu Nawas sambil menyodorkan topinya.

Orang itu melihat kedalam topi itu dan tidak lama kemudian dia pun melihat kearah Abu Nawas
“Benar kamu, aku melihat surga di topi ini dan juga bidadari-bidadari, Subhanallah, Allahuakbar.” Kata orang itu berteriak dan didengar oleh orang banyak.

Hoax ala Abu Nawas

Abu Nawas tersenyum penuh makna. Sementara orang-orang yang menyaksikan ulah Abu Nawas ingin pula membuktikan apakah benar ada surga di dalam topi itu.

Abu Nawas mengingatkan kepada mereka semua: “Ingat hanya orang beriman dan sholeh yang bisa lihat surga didalam topi ini, bagi yang tidak beriman dan sholeh tidak akan bisa melihat apapun didalamnya.”

Satu demi satu orang melihat kedalam topi Abu Nawas. Ada yang dengan tegas menyatakan melihat surga, dan ada juga yang mengatakan Abu Nawas bohong. Abu Nawas tetap tenang sambil menebar senyum.

Dan Akhirnya… Mereka yang tidak melihat surga di dalam topi itu gaduh. Mereka tidak terima, lalu melaporkan hal itu kepada Raja bahwa Abu Nawas telah menebarkan kebohongan kepada orang banyak. Raja pun langsung memanggil Abu Nawas supaya menghadap sang raja.

Di hadapan raja…

“Abu Nawas! Benarkah kamu telah mengatakan bahwa di dalam topimu bisa nampak surga dengan sederet bidadari cantik?” Seru sang Raja.

“Benar raja.” Jawab Abu Nawas. “Tapi yang bisa melihat hanyalah orang yang beriman dan sholeh saja, Bagi yang tidak bisa melhat, itu artinya dia tidak beriman dan kafir”

“Oh begitu, Coba saya buktikan apakah cerita kamu itu benar.” Kata raja. Sang raja pun segera melihat kedalam topi Abu Nawas dari sudut kiri dan kanan, atas dan bawah.

Akhirnya raja terdiam sambil berpikir: “Benar tidak nampak surga di dalam topi ini? Tapi andaikan aku bilang tidak melihat surga, maka orang banyak akan tahu bahwa aku termasuk orang yang tidak beriman dan termasuk kafir. Tentu akan hancur reputasiku.” demikian kira-kira yang di pikirkan oleh Raja.

Akhirnya…

“Benar!… Saya sebagai saksi, bahwa di dalam topi Abu Nawas kita bisa melihat surga dengan sederetan bidadari.” Kata Raja dengan setengah berteriak.

Orang banyak akhirnya menerima cerita abunawas karena kawatir berbeda dengan Raja

Apa kesimpulan dari kisah hoax ala Abu Nawas ini?

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend