Kiat Menjaga Adab Berbicara Wanita

Adab berbicara wanita, apakah penting? Fenomena wanita yang selalu banyak berbicara ternyata menjadi perhatian besar di agama Islam.

Telah diserukan dalam salah satu firman Allah bahwasanya sebagai seorang wanita, sangat penting bagi kita untuk berhati-hati dalam menjaga lisan supaya tidak terlalu banyak berbicara, apalagi berkaitan dengan hal yang tidak ada manfaatnya.

Pernyataan ini penulis temukan di salah satu ayat surat an-Nisa yang mengatakan bahwa wanita akan lebih baik membisikkan atau bertutur dalam hal yang bermanfaat. Misalnya, mengadakan perdamaian atau memberikan sedekah.

Dengan adanya peringatan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya dengan menerapkan adab berbicara saja, kita sudah melakukan kebaikan.

Lalu bagaimana cara menjaga lisan supaya selalu terjaga? Untuk membiasakannya memang tidak mudah. Banyak tantangan terlebih bergosip ria adalah aktifitas yang paling menyenangkan. Di sisi lain, wanita muslimah yang sebaik-baiknya adalah yang memiliki adab berbicara, berhati-hati dalam bertutur.

Berikut ini kiat-kiat yang dapat anda lakukan untuk berusaha menjaga lisan sebagai wanita muslimah:

Pertama, penting bagi kita sebagai kaum wanita adalah untuk menyadari bahwa setiap tindakan kita selalu diawasi oleh malaikat penjaga, termasuk lisan. Seperti dalam surat Qaaf yang menyatakan bahwa tidak ada satupun ucapan yang luput dari pengawasan. Jika sudah demikian, disarankan untuk tidak memperpanjang obrolan yang tidak penting.

Kedua, hindari menyampaikan berita yang setiap kali anda dengar pada orang lain. Inilah yang sering terjadi. Setiap mendengar kabar buruk atau gossip yang ada dari masalah pribadi, masalah orang lain hingga masalah selebriti, kita selalu membicarakannya. Dengan melakukan hal ini, diri kita sudah disebut sebagai pendusta seperti sabda rasulullah yang diriwayatkan oleh HR.Muslim dan Abu Dawud.

Ketiga, wajib bagi kita untuk selalu menjaga dari sikap sombong. Sikap sombong akan membuat kita cenderung bangga dengan apa yang kita miliki, sehingga merendahkan orang lain dan menyakiti mereka lewat lisan.

Seperti yang dikisahkan Aisyah pada Rasulullah mengenai seorang wanita yang tidak diberi apapun oleh suaminya dan lantas berbohong pada orang lain merupakan kedustaan. Maka dari itu sangat penting untuk menjauhi sifat menyombongkan diri dan kagum terhadap diri sendiri karena hal demikian merupakan yang paling dibenci rasul.

Sebagai seorang muslimah, sangat dianjurkan untuk tidak banyak bicara atau tertawa. Bahkan islam selalu menyarankan untuk diam daripada mengatakan perkataan yang tidak bermanfaat.

Wanita yang memiliki adab berbicara juga tidak akan memotong pembicaraan orang lain atau bahkan membantah dan meremehkannya. Mereka akan cenderung menjadi pendengar yang baik, yang berkata dengan kualitas berbicara yang tidak bertele-tele. Tidak juga berteriak dan mengatakan hal yang jelek. Di antara yang lain, berdzikir adalah cara yang paling ampuh bagi wanita muslimah untuk menjaga adab berbicara.

Tinggalkan Balasan