Facebook dan Google Gratis, dari Mana Keuntungan Mereka?

Anda menggunakan Facebook, buat akun gratis, share sesuatu ke teman teman, gratis, apload poto, video, mengatakan sesuatu dari apa yang Anda pikirkan, dan masih banyak lagi fitur Facebook yang Anda gunakan, gratis. Demikian pula Anda pengguna fasilitas Google, menggunakan mesin pencari Google, Youtube yang juga punya Google, Gmail, Google Drive, dan masih banyak lagi. Muncullah istilah “cari di Google,” padahal Google menyediakan mesin pencari, dan kita menggunakan mesin pencari itu. Seperti halnya Facebook, itu juga gratis.

Tahun 2005 Google memanfaatkan Andy Rubin, pengembang OS Android. Tak tanggung Rubin plus OS Androidnya dihargai $50 juta. Kalau $1 saja seharga Rp 14.000, berapa harga Android? Tahun 2010, Android diluncurkan secara resmi, dan kini OS canggih itu digunakan di lebih dari 1,6 miliar lebih pengguna ponsel. Anda pengguna Android? Itu gratis? Yah gratis. “Ah hp android ku mahal.” Itu hp nya, Android nya gratis. Bayangkan jika Android tidak menggratiskan softwarenya, maka Anda harus membeli HP sekaligus membeli Androidnya.

Tak hanya menggunakan secara gratis, tapi Facebook dan Google, dengan segala fasilitasnya membuat kita bisa menghasilkan sesuatu (Baca: cara mencari uang di FB). Anggaplah kita menjual di facebook menggunakan fasilitas sederhana dengan menulis status di kolom “Apa yang Anda pikirkan.” Gratis lalu itu menghasilkan sesuatu. Di google pun demikian. Saya punya teman yang dituduh ngepet oleh tetangganya, karena dia kelihatan jarang kelaur rumah, tapi punya rumah besar, mobil mewah. Dia meraup dollar melalui Google Adsense. (baca: cara menggunakan twitter sebagai lahan mendapatkan uang).

Pernahkah Anda berpikir, kok gratis? Mereka menggelontorkan dana Triliunan untuk menyediakan fitur canggih, mudah, menyenangkan, sampai membuat kita lupa waktu, dan itu digratiskan. Bisa dibayangkan, para pemilik situs itu harus membayar server, pegawai, security online, technical support, dll apalah namanya, yang secara keseluruhan biayanya pasti mahal. Masih adakah yang gratis di dunia ini? Apakah Anda punya hubungan keluarga dengan Mark empunya facebook? Atau apakah Anda punya hubungan dengan pemilik Google? Lalu kok mereka baik sekali sama Anda, saya, mereka, kita semua. Ingat, tak ada makan siang gratis! (baca: perbandingan facebook dengan twitter)

Tahun 2017, CNBC merilsi bahwa keuntungan Facebook dan Google mencapai hingga 106 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.431 triliun, 1/4 dari APBN kita, itu jika harga 1$ sama dengan Rp 13.500. Dari mana uang itu? tak mungkin dari kitalah, kita tak pernah membayar mereka kok. Tulisan ini akan membedah bagaimana cara mereka memberikan yang gratis, lalu cara mereka mendapatkan keuntungan dari hal itu. Mendapatkan keuntungan sambil memberi keuntungan kepada orang lain. Keuntungan pada pengguna yang gratis, dan keuntungan yang mereka dapatkan di balik itu.

Jawabannya adalah data! Semua pengguna yang digratiskan tadi adalah data bagi pemilik barang gratis yang digunakan. Saat Anda menggunakan facebook, menggunakan Google, Android, dan segala hal yang gratis, harus dimulai dengan sign up sebelum sign in, atau harus dimulai dengan mendaftar sebalum masuk. Anda, kita harus memasukan nama, dan email, atau minimal no HP. Itu adalah data awal. Setelah itu, data Anda akan direkam dengan pasti. Gender, usia dan lokasi akan direkam kemudian. Lalu hobby, ke mana Anda sering bepergian, apa yang paling sering Anda lihat saat online, siapa yang Anda ajak interaksi, kirim pesan, balas status, dll. Pokoknya, data pengguna gratis tadi akan direkam selengkap lengkapnya.

Lewat aktivitas Anda saat menggunakan yang gratis tadi, si pemberi gratis akan berusaha mengetahui pekerjaan, relasi dan minat. Situs apa yang anda kunjungi, berapa lama anda bertahan di situs tersebut, aktivitas apa yang anda lakukan. Si pemberi gratis tadi akan tahu. Apalagi saat menggunakan browser gratis, mozilla, chrome dan sejenisnya. Belum lagi sistem GPS yang bisa merekam lokasi Anda, bahkan sampai pergerakan mouse mereka rekam.

keuntungan facebook dan google

Lalu, buat apa data itu? Waduh, bukankah ketika ada seribu pengguna wanita yang minatnya sama, yakni suka melihat perhiasan, suka membuka situs yang menjual perhiasan, baju cantik, make up, dll. Maka dengan mudah mengajak mereka berkatifitas sesuai dengan minatnya. Maksudnya? A menjual celana taktikal, B juga demikian. A barangnya lebih cepat laku, karena dia memasarkan kepada pria. B barangnya kurang diminati, karena dia pasarkan kepada wanita. Kelebihan A, dia tahu di mana pasar pria. B tidak tahu. A punya data, B tidak.

Contoh lain, Anda memasang iklan jualan melalui baliho produk motor murah dengan harga 10 juta sebulan di pinggir jalan. Anggaplah yang melihat ada seribu orang selama sebulan. Dari seribu yang melihat itu, apakah ada yang tertarik? Ini masih abu abu, masih samar, dan belum pasti. Bisa jadi, seribu orang yang melihat, tak satupun yang tertarik karena minat mereka bukan apa yang Anda iklankan. Beda dengan beriklan di Facebook dan Google, iklan hanya akan diperlihatkan kepada mereka yang suka dengan motor, otomotif, produk murah, dan yang terkait itu. Dan dengan harga 10 juta, itu bisa dilihat jutaan orang.

Hanya itu keuntungan mereka? Tidak! Karena itu hanya secuil dari manfaat menguasai data. Dari sisi pertahanan keamanan, facebook tahu lokasi Anda. Google apalagi. Jika A pengguna facebook dan Google, lalu A menjadi buronan, hanya hitungan detik, banyak hal terkait A akan diketahui. “Tapi saya kan tulis dengan identitas palsu.” Hehehe, facebook dan Google tahu itu. Namun, Anda tidak mudah memalsukan posisi Anda dengan GPS, MAPs dan IP. Itulah sebabnya, kelompok saracen terdeteksi. Pahamkan?

Apa yang bisa kita ambil dari informasi ini? Pertama, mereka menggratiskan untuk mengetahui lebih dalam, memberikan sesuatu yang seakan gratis, tapi mendapatkan data pengguna gratis tadi selengkap lengkapnya. Kedua, data itu mahal, data adalah uang. Perhatikan kenapa polisi saat menyidik menggunakan pertanyaan, karena data terkait siapa yang disidik sangat dibutuhkan. Ketiga, bijaklah menggunakan Facebook dan Google. Tak perlu akun palsu, karena mereka akan tahu!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.