Kesalahan dalam Penelitian yang Kerap Terjadi

Kesalahan dalam penelitian dapat terjadi sengaja atau tidak. Ada banyak sebab kesalahan itu bisa muncul. Kesalahan dalam penelitian bisa terjadi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan tahap laporan. (baca: definisi operasional dalam penelitan)

Yang paling umum adalah kesalahan perumusan masalah, mengkaji referensi, membuat hipotesis, mengembangkan instrumen penelitian, mengumpulkan data, memilih metode statistik, memilih desain dan metode penelitian, dan kesalahan membaut laporan.

Berikut rinciannya kesalahan dalam penelitian yang kerap terjadi;

Pertama; kesalahan dalam membuat rumusan masalah. Biasanya peneliti tidak membaut alur penelitan terlebih dahulu dan tidak mengetahui apa yang dia teliti. Kesalahan ini muncul karena peneliti memulai dengan memilih judul, bukan menemuakn masalah.

Sering pula seorang penelitti kebablasan saat menemukan masalah dan tidak menyesuaikan dengan kadar peneltian dan kemampuannya. Peneliti memilih masalah yang terlalu luas atau kabur yang kurang berarti untuk diteliti. Akibatnya, hipotesis yang diajukan tidak dapat diuji karena terlalu luas. (baca: variabel penelitian)

Kedua, kesalahan dalam mereviu atau mengkaji referensi. Kesalahan ini umumnya terjadi pada saat penulisan BAB II. Peneliti tergesa-gesa mengambil referensi tanpa melihat materi yang tepat dan cocok untuk penelitiannya. Misalnya seorang mahasiswa meneliti hasil belajar di kelas sekian. Tapi menggunakan referensi yang terlalu jauh dan hanya terkait dengan pendidikannya saja.

Kesalahan dalam mengkaji referensi juga terjadi karena peneliti terlalu menggantungkan diri dengan apa yang dikatakan teori oleh pakar, sehingga temuan dalam penelitiannya terkunci tak bisa lepas dari teori yang telah ada.

Ketiga, kesalahan dalam merumuskan hipotesis. Peneliti hanya menulis hipotesis apa adanya, karena tidak memahami pengertian hipotesis, dan maksud dibuatnya hipotesis dalam sebuah pebelitian. Umumnya, kesalahan yang terjadi adalah memberikan kesimpulan dalam hipotesisnya. Terkadang juga dalam hipotesis hanya mengandalkan dari persepsi semata-mata, sehingga suatu hipotesis menjadi sangat spekulatif.

Keempat, kesalahan dalam mengembangkan instrumen penelitian. Kesalahan dalam penelitian ini terutama pada penelitian lapangan kuantitatif. Peneliti kadang tidak mengecek validitas isi dari instrumentyang digunakan, hanya mengecek validitas dan reliabilitas keseluruhan, sedang bagiannya tidak dicek.

Kesalahan instrumen juga kerap terjadi dalam penyusunan angket dan pertanyaan wawancara. Peneliti dengan mudah membuat butir instrumen yang bisa memicu responden bertindak tidak jujur, menggunakan instrumen pengukuran yang peneliti sendiri kurang menguasai.

Kelima, kesalahan dalam penyusunan laporan penelitian. Pada dasarnya, jika empat poin sebelumnya sudah keliru, meniscayakan kekeliruan dalam laporan penelitian. Berikut kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam membuat laporan penelitian;

  1. Salah menarik kesimpulan
  2. Tidak menilai dengan baik data
  3. Laporan berisi fakta-fakta tetapi tidak mensintesiskan atau mengintegrasikan fakta-fakta tersebut ke dalam generalisasi-generalisasi yang berarti.
  4. Tidak menjawab rumusan masalah

Keenam, kesalah yang tidak disengaja. Kesalahan ini biasanya terkait dengan kesalahan penulisan, tanda baca, atau kesalahan yang dianggap kecil lainnya.

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend