Kenapa Wanita Jual Mahal ?

Alasan wanita jual mahal. Suatu sore, sekelompok pemuda asyik ngobrol bersama, entah apa yang mereka bicarakan. Tiba-tiba, jarak beberapa meter, seorang wanita cantik dengan balutan jilbab kuning lewat. Salah seorang dari pemuda berusaha menyapa. Namun, wanita itu hanya melempar senyum, tanpa menjawab sapaan pria tadi. Dengan jelas kudengar salah satu dari mereka nyeletuk tak sopan, “Widih, jual mahal banget sih jadi cewek!”.

Kenapa Wanita jual mahal? Pertanyaan menarik mengispirasi saya untuk beropini. Toh di sudut lain banyak wanita menghargai dirinya sangat murah. 80 juta, 100 juta? Atau ada yang gratis. Sesungguhnya harga seorang wanita jika sudah menyebutkan angka, maka itu sudah masuk kategori murah. Karena sesungguhnya, kehadiran Islam menjadikan kedudukan wanita tak terharga.

Wanita jual mahal, bukan berarti sombong. Tapi wanita jual mahal adalah memposisikan dirinya sebagai manusia tak ternilai saking mulianya.

Banyak pria, ketika merasa diacuhkan, atau mendapat perilaku tidak respek dari seorang wanita, kemudian mengklaim wanita itu jual mahal. Wanita jual mahal, tentu hanyalah istilah, istilah yang maknanya cuek, tidak peduli, atau wanita yang tidak komunikatif seperti yang diharapkan lawan komunikasinya (pria).

Sebenarnya, wanita jual mahal bukan tanpa alasan. Ada beberapa sebab kenapa wanita jual mahal dihadapan pria.

Pertama; wanita mencoba memahami dirinya sebagai sesuatu yang mahal. Kepuasan Adam as saat berada di Surga ternyata tidak cukup. Dia butuh wanita. Kehadiran Hawa sebgai jawaban akan kebutuhan itu sekaligus meniscayakan kalau wanita adalah objek, objek yang dibutuhkan. Siapa yang membutuhkan, dialah yang harus berusaha menggapai apa yang dibutuhkannya. Posisi inilah, yang menginsiprasi wanita secara alami, bahwa pria, siapapun dia akan membutuhkannya.

Perbedaan besar antara sesuatu yang mahal dan murah, adalah kemudahan menjangkau, mendapatkan, dan kemudahan menyesuaikan. Seorang wanita yang masih dalam tahap mencari arti mahal dalam dirinya, terlebih dahulu mencoba agar dirinya tidak mudah dijangkau, tidak mudah didapatkan dan tidak mudah disesuaikan. Karena dalam pemahamannya, apabila itu terjadi maka, harga dirinya sebagai wanita yang “mahal” akan di-murah-kan.

Kedua: wanita butuh perhatian. Ada yang mengatakan, kalau kebutuhan wanita akan perhatian adalah kodrat. Siapapun wanita itu, pasti butuh akan perhatian. Dalam proses mencari perhatian itulah, seorang wanita selalu memasang dan mengukur dengan harapan mendapatkan perhatian lebih baik dari pria pilihannya. Untuk mendapatkan target itulah, wanita butuh ukuran sebagai pembanding, dan ukuran itu biasanya diambil dari jumlah respon pria terhadapnya. Akhirnya, tidak semua respon itu dibalas oleh wanita, karena dimasukan sebagai satu bentuk perhaitan ukuran pembanding.

Ketiga: kenapa wanita jual mahal? Karena tak ingin dianggap sebagai wanita gampangan. Inilah salah satu kelemahan wanita. Bagaimanapun perasaan wanita terhadap seorang pria, wanita itu tidak akan mau dianggap gampangan. Gampang diajak, gampang ini dan itu. Efek dari sini kemudian membuat seorang wanita jarang memulai, dan cenderung tertutup, akhirnya dianggap jual mahal.

Haruskah wanita jual mahal?

Kenapa tidak, bahkan bagi saya harus, namun pun dalam kondisi yang tepat. Wanita bak mutiara, mahal, dan ditempatkan pada tempat yang sesuai. Pemakai mutiara adalah orang yang bisa menghargai mutiara itu sebagaimana layaknya. Wanita butuh perhatian, kemudian membandingkan beberapa pria dan mengukur perhatian yang paling tepat dari mereka, juga ada baiknya. Namun, keseringan mengukur kemudian dicap jual mahal juga terkadang akan membosankan.

wanita jual mahalDemikian pula, wanita jangan sama sekali dinilai gampangan. Jika ada pilihan dicap gampangan atau jual mahal, pilihlah jual mahal. Namun, jangan karena jual mahal, akhirnya kemudian menjadi gampangan. Karena banyak wanita memperlihatkan dirinya tidak gampangan, hanya kepada pria yang bukan pujaannya, lalu jual mahal. Tapi tidak ketika bersama pria pujaan hatinya.

Wanita harus mengetahui, bahwa tak sedikit dari mereka jual mahal hanya untuk bermain-main, dan buang-buang waktu. Hal ini tentu tidak baik. Wanita seharusnya melakukan “aksi” jual mahal, dengan alasan tadi dan pada kondisi yang tepat.

Tinggalkan Balasan