Kenapa Azab Allah juga Menimpa Orang Baik-Baik?

Dalam bahasa agama, Azab turun dan diturunkan adalah hak Preogatif yang Maha Kuasa. Allah melalui RasulNya hanya memberi petunjuk, apa sebab atau kenapa azab itu diturunkan. (baca;Kenapa azab diturunkan). Muncul pertanyaan lain, kenapa azab sebagai bentuk peringatan dari Allah atau “pembalasan” daalm pikiran manusia, juga menimpa orang baik-baik? Kenapa azab tidak menimpa orang jahat, orang durhaka, orang yang berbuat maksiat saja?

Pertanyaan ini pernah ditanyakan oleh Nabi Musa as, karena mengenai hal itu juga disebut dalam Taurat. Kenapa AzabMu diturunkan juga menimpa orang baik ya Allah? Tak lama setelah Musa bertanya demikian, tiba-tiba ada semut yang menggingit kaki Musa. Semut bekerumun di kakinya, dan menggigitnya. Musa lalu mengusap betisnya sehingga Semua semut yang menggigitnya terhempas bahkan ada yang mati.

Apakah semua semut yang mengerumuni Musa menggigit kakinya? Tidak. Mungkin hanya satu atau dua semut yang menggigit, tapi ketika bencana datang, yang tak menggigit pun ketiban libasan usapan tangan Musa. Ini adalah analogi rileks dari efek gerakan. Wajar bukan. Demikian juga dengan efek dari bencana.

Argumen kedua. Seperti dalam tulisan sebelumya, bahwa salah satu sebab azab adalah karena tidak ada orang yang saling mengingatkan saat banyak yang berbiat mungkar, maka azab turun tidak hanya menimpa orang yang melakukan maksiat saja, tapi seluruh yang berada di sekitarnya.

Dalam contoh, jika Anda dalam sebuah kapal yang sementara berlayar, lalu ada orang yang berbuat jahat membocorkan kapal. Tegur,ingatkan, larang!!! Karena jika kapal bocor, air akan masuk tidak hanya mencari siapa yang membocorkan kapal saja, tapi seluruh penumpang kapal akan ditenggelamkan.

Demikian argumen kenapa azab juga menimpa orang baik. Gitu aja, mau makan… Lapar !!!

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend