Jika Rocky Gerung Salah, Lawan!

Posisi Rocky Gerung yang sepertinya oposisi mendapat panggung tenar baginya. Dukungan dengan tampil di forum-forum oposan membuatnya makin naik daun. Lawannya secara tidak langsung juga membuatnya semakin terkenal. Sederhana, serangan di twitter akan menaikan bouncerate akun twitternya. Kalau di dunia nyata, minimal kebencian pada Rocky Gerung justru akan membuat orang penasaran dan mencari tahu tentang dia.

Rocky Gerung seorang non-muslim, dan dari berbagai videonya, dia seorang liberal murni yang menganggap agama adalah persoalan private.1 Kebenaran baginya adalah kesesuaian fakta dan logika. Apa yang diungkapkan murni dari pemikirannya yang sekuler khas gaya filosof. “Agama adalah candu,” kata Karl Marx. “tuhan telah mati,” kata Nietzche. Makanya kalau Rocky Gerung mencuit, “Tuhan bersemayam di kampus sebelum ia menciptakan hal yang dia sesali: agama.” Itulah bahasa orang yang mencoba menalar tuhan. Sayangnya, jika Rocky Gerung tak ingin mengungkap hal private ke publik, kenapa kalimat ini diungkap ke publik.

Rocky Gerung makin disukai oleh umat muslim, tapi saran saya jangan sampai kita lupa beberapa hal penting. Pertama, Rocky Gerung seorang politisi, atau minimal mantan politisi. Dia pernah tercatat sebagai kader partai SRI yang tokohnya adalah Sri Mulyani. Siapa Sri Mulyani? Tak perlu panjang lebar. Hanya bagi saya, menyebut nama perempuan terbaik versi IMF ini, saya teringat hutang dan riba. Uniknya, Rocky Gerung sempat membela Sri Mulyani yang dituduh neo liberal oleh sebagian kalangan dalam sebuah forum.

Kedua, rasa salut, suka, cinta atau apalah yang muncul terhadap Rocky Gerung, itu terjadi pada keadaan memilih salah satu. Maksudnya, saat ada yang tak setuju dengan reuni 212, Rocky Gerung muncul dengan statemen reuni 212 adalah reuni akal sehat. Otomatis, pendukung reuni 212 akan dengan mudah salut dengan Rocky Gerung. Contoh lain, ketika dia mengatakan bahwa yang berpotensi melakukan hoax adalah pemerintah. Maka, yang anti pemerintah akan mudah suka dengannya.

Sukailah apa yang kamu sukai biasa biasa saja. Karena yang kamu sukai itu kelak bisa jadi akan kamu benci. Demikian pula, jika tak suka sesuatu biasa biasa saja. Karena yang kamu benci bisa jadi akan kamu sukai. Menyukai Rocky Gerung itu wajar. Tapi jangan sampai rasa suka itu berlebihan sehingga lupa dan tak sadar sampai melakukan pelanggaran terhadap apa yang diyakini selama ini. Dalam kacamata islam, Rocky Gerung adalah kafir zimmi yang boleh diajak bergaul, boleh diambil pemikiran-pemikirannya, namun dalam islam orang kafir jangan masuk masjid apalagi ceramah.

Kehadiran Rocky Gerung juga membuka wacana kebebasan berpikir dan akhirnya membuat banyak orang tersadar terutama mereka yang terpenjara oleh teks. Dulu saya banyak membaca buku filsafat bahkan pemikiran yang paling liberal sekalipun. Hasilnya, alhamdulillah saya dituduh komunis, kafir, syiah, muktazilah, macam-macam. Sekarang, pemikiran Rocky Gerung yang liberal murni tidak akan membuat saya tercengang sampai harus menganga, ngikut tanpa sadar.

Saya ingin mengatakan, berpikirlah bebas, tapi dalam tindakan jangan. Kalau benar ikuti. Kalau salah siapapun itu, lawan. Jika Rocky Gerung salah, lawan !!!

Sumber video penting untuk menilai Rocky gerung ;

  1. Saya curiga ini hanya alasan bahwa memang dia tidak beragama. Saya menemukan banyak orang seperti itu