Ismail Haniyeh; Perdana Menteri yang Hapal al-Quran

Kepala Negara penghapal al-Quran tidaklah banyak, dan salah satunya adalah Ismail Haniyeh (dalam ejaan lain; Ismail Haniya). Ismail lahir Januari 1963, di kamp pengungsi al-Shati, Jalur Gaza. Orang tuanya menjadi pengungsi setelah mereka meninggalkan rumah keluarga besar mereka di Majdal Perang Arab-Israel tahun 1984.

Pada tahun 1987, ia lulus dari Universitas Islam Gaza setelah mengambil jurusan sastra Arab. Karena ikut berpartisipasi dalam organisasi Hamas, tahun 1989 ia dipenjarakan selama tiga tahun oleh pemerintah Israel dan dibebaskan tahun 1992, namun dideportasi ke Libanon bersama Ahmed Yassin dan senior Hamas lainnya. Setahun kemudian, ia kembali ke Gaza dan diangkat sebagai Dekan Universitas Islam.

Haniyeh dinominasikan sebagai perdana menteri pada 16 Februari 2006. Kemenangan Hamas pada 25 Januari 2006 membuatnya resmi menjadi Perdana Menteri pada 29 Maret 2006. Meski pada tahun 2007, Presiden Mahmoud Abbas memecat Haniyeh, tapi Haniyeh tidak mengakui hal itu dan terus menjalankan wewenang sebagai perdana menteri di Jalur Gaza.Ismail Haniyeh

Sumber gambar:

Ismail Haniyeh adalah muslim yang sangat taat. Ibadah sunnahnya rutin lebih dipriotritaskan dari aktifitas organisasi maupun negaranya. Haniyeh menghapal al-Quran sejak masih kanak-kanak, dan terus mengulang hapalannya, meski berada dalam penjara dan masa deportasi bersama Ahmad Yasin.

Haniyeh pun tak jarang memimpin langsung imam shalat terutama shalat tarawih, meski posisinya adalah seorang Perdana Menteri. Dari berbagai sumber menyebutkan, jika dia menerima kunjungan ulama, maka saat shalat berjamaah, ulama tamunya lebih memilih menjadi makmum di belakang Haniyeh.

Inspirasi: __http://www.rohama.org/en/content/144

Tinggalkan Balasan

Send this to a friend