Ini yang Dimiliki Wanita dan Tidak Dimiliki Pria

Dalam setiap interaksi pria dan wanita, tidak bisa dipungkiri selalu saja ada konflik. Tak ada pasangan yang hidup bersama tanpa suatu ketidakcocokan di dalamnya. Cocok atau tidak adalah penafsiran. Konflik rentan terjadi terutama bagi pasangan yang sejak awal menganggap dirinya tidak cocok dengan pasangannya sendiri. Dari konflik inilah muncul istilah salah atau tidak salah. Dan ironisnya, predikat salah, pun rentan dinobatkan kepada wanita.

Fitrah wanita yang lebih mendahulukan perasaannya yang lembut, mengabaikan logika akhirnya juga menyebabkan wanita lebih cepat melakukan introspeksi diri. Tentu hal ini tidak menyelesaikan masalah, karena cara menyelesaikan masalah harus berawal dari kesadaran menyatakan bahwa dirinya keliru. Padahal, jika hendak diperhatikan secara mendalam, ada beberapa hal yang sebenarnya dimiliki wanita dan tidak dimiliki pria. Pria harus mengakui bahwa hal itu tidak bisa dilakukannya.

Pertama; multi aktivitas. Pernahkah seorang pria menghitung aktifitasnya kemudian membandingkan dengan aktivitas istrinya? Wanita tidak lahir untuk memasak, tidak lahir untuk berbelanja, tidak lahir untuk menyelesaikan semua tumpukan yang ada di dapur dan di sumur. Tapi perasaan wanitalah yang mengambil semua itu, dan perasaan pria ternyata tidak mampu menjangkau hal itu.

Tak ada suatu dalil manapun yang menunjukan bahwa tugas wanita adalah dapur dan sumur. Olehnya, banyak ulama dan orang berilmu mengambil inisiatif itu dan memberikan tugas kepada istrinya sesua rujukan dalil saja, yaitu melahirkan, menyusui dan mendiik anak.

Kedua: Karena perasaan wanita, dia santun dalam bersikap. Wanita berkelahi, mungkin saja ada, tapi jarang. Wanita dalam bersikap lebih mengedepankan kelembutan dan rasa, hal inilah yang membuat setiap gerakan dan tindakan wanita akan terlihat santun. Kesantunan wanita akan berubah 180 derajat jika tidak mendapat respon dari pasangannya.

Kembali saya melihat pada konteks keumuman, sangat sedikit guru taman kanak-kanak berasal dari guru pria. Hampir semua wanita. Kenapa? Anak-anak butuh kesantunan bersikap, dan wanita memiliki hal itu, modalnya kelebutan dan rasa.

Ketiga: wanita memiliki senjata yang bisa membuat pria takluk. Apa itu? Akan saya bahas dalam tulisan berikutnya. Moga saya mengingatnya.

kelebihan wanita

Sebagai kesimpulan; pria dan wanita diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi. Karena itu, mereka diberi kelebihan dan juga kekurangan. Kelebihan pada lelaki merupakan hak wanita. Kelebihan pada wanita adalah hak bagi lelaki. Kekurangan pada lelaki adalah tugas wanita untuk melengkapinya. Kekurangan pada wanita adalah tugas lelaki untuk melengkapinya. Hal dimiliki wanita dan tidak dimiliki pria dalam tulisan ini, mengajak pria untuk tidak mudah menyalahkan wanita dalam setiap interaksinya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.