Ini Kelemahan Wanita atas Pria

Seperti dalam pembahasan terdahulu, bahwa cara memikat wanita adalah dengan menemukan kelemahannya lalu memperlihatkan kelebihan sebagai jawaban atas kelemahan itu. Itu tak mudah tentunya. Terlebih dahulu, kita harus mengetahui kelemahan wanita atas pria. Apa kelemahan wanita? Itulah yang akan kita lihat dalam celoteh kali ini.

Menyebut kelemahan wanita seakan menjustifikasi kalau wanita itu posisinya lemah. Kelemahan wanita yang saya maksud bukanlah menempatkan wanita sebagai sosok lemah terhadap makhluk lain, terutama lawan jenisnya, pria. Kelemahan wanita adalah celah lemah dari wanita saat menghadapi pria. Celah ini jika dipahami dengan baik, tentu mudah bagi wanita untuk mengantisipasinya. Sebaliknya, jika tidak dipahami, mudah bagi pria untuk memanfaatkannya.

Pertama: wanita suka dirayu. Rayulah wanita sebagaimana mestinya, maka wanita akan suka. Rayulah wanita lebih dari sebagaiamana mestinya, maka wanita akan semakin suka. Wanita suka dirayu saya tempatkan nomor satu, karena saya anggap inilah kelemahan wanita yang paling berbahaya. Wanita yang tidak bisa melihat hal ini sebagai kelemahan, dengan mudah menilai pria sebagai pembohong, tapi pada dasarnya dia suka dibohongi. Dalam hubungan dengan pasangannya, seorang pria bisa memanfaatkan hal ini dalam menjaga keutuhan rumah tangganya.

Namun tentu hal ini umum. Masih banyak wanita bisa memanfaatkan hal ini dengan menggunakan logikanya saat menghadapi pria. Yah, dengan logika, rayuan maut apapun tak akan bisa meluluhkan seorang wanita. “Cinta itu kadang-kadang tak ada logika.” Satu lirik lagu Agnes Monica.

Kedua: wanita lebih suka dengan sikap pria yang tenang dan mapan. Fokuskan pada kata sikap, dan kata tenang. Perlu diketahui bahwa pria tenang mencerminkan kedewasaan. Wanita siapapun itu, sangat menyukai pria yang dewasa. Itulah sebabnya, pria yang sudah menikah masih disukai oleh ABG sekalipun jika bisa memperlihatkan kedewasaannya dan kemapanannya pada wanita. Pria dewasa ditunjukan dengan sikap tenang, namun tidak semua sikap tenang adalah kedewasaan. Kelemahan wanita ternyata tidak melihat kedewasaan dan kemapanan tapi lebih cepat pada sikap yang mewakili kedewasaan dan kemapanan itu.

Ketiga: tatapannya. Kelemahan wanita atas tatapannya (mata) lebih bersifat suprarasional. “Dari mata turun ke hati” Kata pepatah. Dalam al-Quran sendiri sinyal ini ada. Dalam surah Thaha disebutkan, “Dan saya tempatkan cintaku atasmu, dan saya jadikan cinta itu pada mata (tatapan)-ku.” Demikian pula perintah agar menjaga pandangan mata dari hal yang dilarang.

Tatapan teduh, tajam, memberi kesan melindungi, bisa membuat wanita tertunduk, kikuk dan pasrah pada pria. Ini kelemahan berbahaya bagi wanita. Cara mengantisipasinya, jangan pernah kalah dengan tatapan itu. jika tak mampu segera alihkan.

Saya kira sekian saja kelemahan wanita yang saya rangkum dalam celoteh ini. Masih banyak kelemahan wanita lainnya yang bisa Anda temukan sendiri saat mencoba mempelajari perjalanan hidup yang Anda lalui sendiri. Kelemahan itu tentu berbeda wanita satu dengan wanita lain.

Tuhan sangat adil terhadap makhluknya baik pria maupun wanita. Beberapa aturan terhadap wanita terkadang dianggap sebagai ketidakadilan Tuhan, namun sebenarnya ada hikmah dibalik semua itu. Lihat saja, masalah talak, pembagian warisan, nikah, dll. Terkait hal itu, kelemahan wanita sepertinya menjadi kodrat wanita itu sendiri. Jika seorang wanita mampu memanfaatkan kelemahan itu sebagai suatu kelebihan, maka pemanfaatan itulah yang akan membuatnya besar.

Semoga menjadi pelajaran dan bisa memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan