Hati-hati, Doa Anda Menjadi Mantra ! Ini Perbedaan Doa dan Mantra

Doa dan mantra, apa bedanya? Pertanyaan ini kita mulai untuk mengenal selama ini kita berdoa atau mungkin hanya membaca mantra. “Tapi kalimat doaku dari ayat al-Quran”, kita bisa berargumen seperti itu, tapi memangnya tak ada mantra dari ayat al-Quran? Ada! Dan bahkan banyak orang yang menggunakan ayat al-Quran sebagai mantra. Naudzu Billah.

Mantra erat kaitannya dengan sihir. Dan sihir, tujuannya pasti tidak baik, atau setidaknya mengarah kepada keburukan. Dalam melakukan sihir, maka pelaku menggunakan perantara. Perantara yang berupa bacaan, itulah yang disebut sebagai mantra. (baca: doa pemikat hati)

Mantra yang dibaca dibantu pengabulannya oleh Jin (baca: ini tempat tinggal Jin). Jin bisa mengubah mantra yang dibaca pelaku, atau mengabulkan permintaan pelaku yang ada dalam mantra. Berarti, mantra adalah bacaan untuk tujuan yang mengarah kepada keburukan.

Saat membaca mantra, pembaca menyandarkan kepada dirinya. Bisa juga penyandaran kepada orang dimana dia mendapatkan mantra itu. Keyakinan yang muncul adalah kepastian. Pasti terjadi, pasti terkabul, dengan mantra ini, yang diniatkan pasti terjadi. Itulah sedikit gambaran terkait mantra.

Berbeda dengan doa. Doa adalah permohonan kepada Allah swt sesuai dengan niat dan tujuan tertentu. Dari definisi doa ini saja sudah tergambar perbedaan doa dengan mantra dari sisi proses. Penyandaran doa, adalah kepada Allah yang Maha Kuasa. Keyakinan yang muncul adalah keyakinan karena kuasa Allah swt, bukan yang lain. (baca: menjawab teka teki doa)

Doa yang dikabulkan adalah rahmat Allah swt, karena penyandaran doa hanya kepadaNya. Apa yang dikabulkan Allah swt, bisa jadi memang sudah takdir yang tercatat di lauh mahfudz, bisa juga rahmat yang berbeda sesuai kapasitas siapa yang berdoa. Berbeda dengan mantra, si pembaca mantra hanya berharap sesuai dengan niat dibacanya mantra.

Dalam contoh, Anda berdoa minta rezeki harta berlimpah, Allah mengabulkan dan pasti mengabulkan dan memberikan rahmat berupa kesehatan kepada anak. Si pemohon doa tidak akan bertanya, kenapa rezeki tak kunjung datang, saya kan minta rezeki. Karena dia tahu yang dilakukan adalah berdoa bukan membaca mantra.

Dengan demikian, doa adalah jalan mendapatkan rahmat dariNya, apapun bentuk rahmat itu. Rahmat Allah swt akan diberikan sesuai dengan kebutuhan manusia, bukan sesuai dengan keinginan. Berbeda dengan mantra. Si pembaca mantra, yakin keinginannya terkabul, dan jika terkabul itu pasti bukan rahmat, tapi bantuan lain, atau sisi kebetulan dalam kehidupannya. Tak ada penyandaran kepada yang Maha Kuasa. (baca: apapun bentuk doa, Tuhan pasti tahu)

Sekarang, Anda membaca surah al-Fatihah sebagai doa atau sebagai mantra? Anda membaca doa sapu jagat sebagai mantra atau doa?. Pahami tulisan di atas, dan mari saling mengoreksi diri masing masing.

2 Comments

  1. I Gst PT Dhirot sasmikaReplyDesember 28, 2018 at 08:05 

    bagaimana dengan topik semula, perbedaan antara do’a dan mantra? Do’a biasanya lebih bersifat personal. Isinya adalah pengharapan-pengharapan tertentu. Di perbesar oleh sugesti keyakinan pada sosok Tuhan yang di yakini. Namun aku mengelompokkan energi pengharapan (do’a) ini di luar dari energi positif dan negatif. Karena vibrasinya tidak berada di kedua kelompok itu sebab tergantung dari kondisi diri yang berdo’a. Seberapa besar pengharapan yang penuh harap? Semangkin besar harapan agar terkabulnya do’a akan membuat vibrasi energinya masuk dalam kelompok negatif. Sebaliknya semangkin pasrah, maka akan membuat vibrasi energi masuk dalam kelompok positif dan semangkin besar pula kemungkinan terjadinya LOA.

    Indi Sujawe- Praktisi Shamanic Post Modernisme Mantra adalah bacaan-bacaan yang di anggap penuh kekuatan magis, adalah merupakan password untuk mengakses energinya yang tersimpan dalam dimensi eter (aku menyebutnya dimensi eter untuk mememudah pengertian). Cara kerjanya hampir sama. Semangkin lama umur suatu mantra tentu saja semangkin banyak yang mempercayai dan semangkin besar juga power energi dari mantra tersebut. Semangkin banyak yang mempercayai kekuatan suatu mantra maka semangkin besar pula power energinya. Semangkin sering kita mengucapkannya, semangkin gampang aksesnya dan semangkin besar pula energi yang dapat di akses. Kamu jgn medikotomi du kata ini ini hanya perbedaan asal bahasa doa dri bahasa arab dan mantram dri bahasa sansekerta maknnya luas jgn kai sempitkan mantram itu syirik pembodohan ini doa yg meminta selain dri allah pun syirik begitu juga mantram paham kau

    • MushlihinReplyDesember 31, 2018 at 16:52 

      Terus masalahnya di mana?

Tinggalkan Balasan