Entah Apa Maksud Magnus Carlsen

Fabiano Caruana akan tercatat sebagai Grand Mater catur dunia pertama dalam sejarah bermain tanpa satu pun partai menang. Ini terjadi pada Kejuaraan Dunia Catur 2018. Dua belas partai dengan dua belas kali remis, saat dia bertemu dengan Magnus Carlsen. Magnus Carlsen sendiri adalah Grand Master asal Norwegia yang mempertahankan gelar juaranya setelah 4 kali juara dunia berturut turut.

Pada partai terakhir dari 12 partai classic yang dimainkan, sebenarnya Magnus Carlsen dianggap unggul. Meskipun hasil analisis mesin dan lusinan GM yang meliput partai ke-12 ini secara langsung menyatakan juara dunia itu unggul posisi dan waktu namun Magnus justru menawarkan remis pada langkah ke-31 yang diterima dengan baik oleh Caruana. Itu artinya dwitarung akan berlanjut ke partai tambahan.

Setelah kembali istirahat hari ini, Carlsen dan Caruana akan memainkan 4 partai catur cepat 25 menit plus10 detik increment pada hari Rabu dengan Magnus pegang Putih di partai pertama. Jika hasilnya masih imbang partai akan berlanjut ke catur blitz sampai didapat pemenang.

Baik Magnus Carlsen maupun Fabiano Caruana sama-sama optimis akan mendapatkan hasil terbaik di partai tambahan nanti. Mereka percaya betul dengan persiapan yang telah mereka lakukan.

Apa pendapat GM Garry Kasparov tentang hasil babak ke-12 ini? Legenda catur hidup asal Rusia ini menulis di twitternya:

“Mencermati tawaran remis yang mengejutkan dari Magnus dalam posisi superior dan waktu lebih banyak, saya mempertimbangkan kembali evaluasi saya tentang dia sebagai favorit dalam catur rapid. Tie-break membutuhkan saraf baja dan tampaknya ia mulai kehilangan hal ini.”

Pecatur top Rusia lainnya, GM Vladimir Kramnik mengatakan “Memalukan bagi Hitam untuk menawarkan remis dalam posisi seperti ini!”

Terlepas dari penilaian GM Garry Kasparov dan Kramnik ini mungkin banyak yang tidak tahu bahwa pembagian uang hadiah juga akan berubah setelah dwitarung beralih ke babak tie-break.

Uang hadiah sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar 14,5 milyar rupiah, bersih dari pajak, akan dibagi 60% untuk pemenang dan 40% untuk yang kalah jika dwitarung berakhir imbang dalam 12 pertandingan reguler.

Namun jika pemenang ditentukan melalui partai tie-break, pemenang akan menerima 55% dan yang kalah 45%.

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend