Dihukum Mati Karena Marah Rasulullah Dihina, Jenazah Tentara Elit Ini Dishalati 6 Juta Orang

Seorang tentara elit yang bertugas mengawal hakim di Pakistan, Malik Mumtaz Husain Qadri, divonis hukuman mati berupa hukuman gantung oleh pemerintah Pakistan.

Bertugas sebagai pengawal hakim yang bernama Salman Taseer, Malik Mumtaz Husain Qadri tak tahan mendengar penghinaan kapada Nabinya. Salman Taseer sendiri adalah hakim Gubernur Wilayah Punjab Negara Pakistan 5 tahun lalu.

Menurut sumber masyarakat muslim setempat, Malik Mumtaz Husain Qadri melakukan pembunuhan setelah mendengar Salman Taseer mencela dan menghina Rasulullah saw secara terang-terangan di depan publik dan para tentara yang bertugas.

(baca juga: cara Nabi saw mengajar anak)

Saat itu sang hakim menimpali hukuman mati yang diterapkan pemerintah atas penghinaan terhadap Rasulullah. Menurutnya, hukuman mati bagi orang yang menghina Rasulullah saw merupakan undang-undang gelap dan harus diamandemen. Tak berhenti sampai di situ, Salman Taseer, juga mencaci maki dan menghina Rasulullah dengan berbagai ucapan berbeda.

(baca juga; cara Rasulullah saw berdagang)

Mendengar hal itu, spontan sang tentara, Malik Mumtaz Husain Qadri berdiri dan membunuh dengan sekitar 28 tembakan bertubi-tubi ke sekujur tubuh Salman Taseer. Salman Taseer ambruk, dan meninggal di tempat.

Atas kejadian itu, pemerintah Pakistan lalu menangkap Malik Mumtaz Husain Qadri dan memenjarakannya. Di pengadilan, Malik Mumtaz Husain Qadri divonis hukuman gantung.

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”xmb7WCQkWyo”][/youtube]

Ekskusi hukuman gantung terhadap Malik Mumtaz Husain Qadri dilaksanakan hari senin tanggal 20 Jumadil Ula 1437 H. Tentara pecinta Rasulullah saw ini wafat di tiang gantungan dengan senyum sumringah dan wajah bercahaya. Bahkan menurut pengakuan Malik Mumtaz Husain Qadri, di penjara dia sempat bertemu Rasulullah dalam mimpi.

Peristiwa itu menggerakan muslim Pakistan, dan muslim dari negara tetangga. Tak tanggun, jenazah Malik Mumtaz Husain Qadri dishalati kurang lebih 6 juta Muslim Ahlu Sunnah.

Tinggalkan Balasan

Send this to a friend