Cara Menulis Artikel Tips Trik Sederhana

Situs berupa web atau blog, kebanyakan menyajikan informasi berupa tulisan dalam bentuk artikel. Sebenarnya masih banyak hal lain yg bisa disajikan, seperti poto, video, atau aplikasi software. Blog berupa tulisanlah yang paling banyak, karena sifatnya umum, mudah dan pencarinya juga lebih banyak. Jika ingin dipetakan, pencari artikel berupa informasi berita menjadi top search, disusul artikel informasi berupa tips dan trik.

Meski tulisan dalam bentuk artikel ini tergolong paling mudah, namun bagi blogger pemula, hal ini tetap saja sulit. Dubutuhkan pemahaman dan trik untuk mensiasati hal ini. Ada beberapa bentuk artikel tips dan trik, pola umumnya sama; masalah, triknya, penjelasan trik, dan penutup. Untuk artikel singkat maksimal 300 kata, biasanya masalah dalam awal penulisan ditiadakan. Mari kita lihat cara menulis artikel tips dan trik dengan cepat;

Pertama: langsung menulis poin trik yang akan dibahas pada paragraf awal, dengan pembuka berupa fakta atau pertanyaan. Paragraf awal suatu artikel memegang peranan penting, karena pada paragaraf awal ini kita mengutarakan apa saja yang akan dibahas pada artikel.

Contoh paragraf awal dalam bentuk fakta; “Tetangga saya pernah mengalami penyakit susah buang air besar. Sudah tiga kali dia pergi ke dokter, namun penyakitnya itu tak kunjung ssembuh. Sebenarnya, ada beberapa trik mengatasi susah buang air besar. Tips ini sudah saya coba sendiri dan keluarga saya. Ada 3 tips mengatasi susah buang air besar, yaitu; ……..

Contoh paragraf awal dalam bentuk pertanyaan: “pernahkah Anda mengalami susah buang air besar?. Betapa menyiksa bukan?, terutama jika sibuk untuk urusan tertentu bla bla bla… Setidaknya ada 3 cara mengatasi susah buang air besar. Cara ini sudah saya buktikan selama seratus tahun (wahhhh). Dst….”

Tentu, paragraf awal tadi hanyalah contoh. Anda bisa mengembangkan paragraf awal ini sekreatif mungkin. Setelah membuat paragraf awal, berikutnya kita membuat paragraf-paragraf penjelasannya. Ini menjelaskan poin pembahasan yang sudah diutarakan paragraf awal. Dalam contoh di atas, poin tips ada 3, itu akan mempengaruhi dalam poin pembahasan pada paragraf berikutnya. Semakin banyak, poin tips, maka semakin banyak pembahasan nantinya.

Contoh: Paragraf awalnya “pernahkah Anda mengalami susah buang air besar?. Betapa menyiksa bukan?, terutama jika sibuk untuk urusan tertentu bla bla bla… Setidaknya ada 3 cara mengatasi susah buang air besar. Cara ini sudah saya buktikan selama seratus tahun (wahhhh). 1) makan makanan sehat. 2) perbanyak minum air putih, dan 3) kurangi makanan berminyak.” Maka bisa dilihat paragraf penjelasanya;

“Makanan sehat tidak harus mahal. Dalam ilmu kesehatan, makanan sehat adalah…. Tips berikutnya adalah perbanyak minum air putih; air putih memiliki khasiat luar biasa. Bahkan di Jepang… Terakhir; kurangi makanan berminyak. Makanan berminyak selain unsurnya bisa berasal dari luar juga bisa dari makanan itu sendiri….”

Ilustrasi

Paragraf penjelasan juga bisa dibagi per-poin, yaitu setiap poin tips terdiri satu paragraf. Dalam contoh tadi, makan makanan sehat satu pragraf, Perbanyak minum air putih juga satu paragraf, dst. Cara ini tentu memiliki nilai lebih baik, selain artikel terlihat lebih panjang, penjelasannya juga akan terkesan lebih dalam. Namun kekurangannya tentu membutuhkan perbendaharaan data yang lebih luas.

Lalu bagaiman menulis artikel tips dan trik sederhana dengan mamakai latar belakang. Caranya hampir sama dengan contoh pertama dan kedua tadi, hanya saja paragraf awal adalah ungkapan kenapa susah buang air besar dianggap sebagai suatu masalah. Mengungkapkannya bisa dengan fakta, teori atau pertanyaan. semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan