Cara Mengembangkan Blog dengan Metode Shalat

Tujuan setiap blogger tentu berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang hanya sekedar berbagi, aktualisasi diri, kredibilitas, mencari dollar, dan ada untuk semuanya. Artinya blog dibangun selain untuk berbagi, tapi juga berharap recehan dollar mengalir melalui beberapa metode mendapatkan uang dari internet yang bervariasi.

Tentu untuk mencapai tujuan itu, diperlukan cara mengembangkan blog yang efektif, dan tepat sasaran. Ada banyak cara mengembangkan blog. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya mengenai cara mengembangkan blog melalui tulisan, pengaturan Keyword, dan tidak menutup kemungkinan masih banyak cara lain. Celoteh saya kali ini, terinspirasi dari tulisan sebiah forum, bagaimana cara mengembangkan blog dengan metode shalat.

Pertama: Shalat adalah wajib. Dengan melihat ini, maka seorang blogger harus menanamkan dalam dirinya bahwa mengembangkan blognya adalah wajib. Jika dalam shalat ada uzur, maka dalam ngeblog juga demikian. Tak ada alasan meninggalkan shalat, maka tak ada alasan tidak menulis di blog sehari semalam.

Kedua: Shalat dilaksanakan 5 waktu sehari semalam. Seperti halnya shalat, dalam menulis dan meng-update blog disarankan agar rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jangan sama sekali memposting artikel 5 dalam satu waktu, tapi bagilah seperti saat mengerjakan shalat. 1 artikel di pagi hari, 1 di siang hari, dst. Cara ini ternyata ampuh, terutama menghindari mesin pencari menganggap blog kita adalah spam.

Ketiga: shalat memiliki aturan lahir dan aturan batin. Dalam shalat semua unsur manusia terlibat, baik jasmani maupun rohani. Persis dalam ngeblog selain optimasi onpage, juga butuh optimasi offpage. On dan offpage memiliki aturan sendiri dan berpengaruh terhadap “diterimanya” blog di mata mesin pencari.

Keempat: shalat diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Seperti halnya dalam konten sebuah blog, harus dimulai dengan pembukaan dan diakhiri dengan penutup dan kesimpulan. Alangkah anehnya, jika sebuah konten langgung membahas inti dari artikelnya, tanpa ada pembuka. Demikian pula di akhir artikelnya.

Kelima: shalat lebih afdhal dilakukan dengan berjamaah. “Shalat berjamaah lebih afdhal 27 kali lipat dibanding shalat sendiri-sendiri”. Demikian hadis nabi saw. Dalam ngeblog juga demikian, sebuah blog yang dibangun sendiri-sendiri akan berbeda dibanding blog yang dibangung secara tim. Itulah sebabnya sosial bookmarking, jejaring sosial, sangat diperhitungkan oleh mesin pencari.

Keenam: Shalat adalah doa. Di dalam shalat penuh dengan doa dan harapan baik di dunia terlebih di akhirat. Dalam mengembangkan sebuah blog juga demikian. Siapa yang menggerakan pengunjung untuk mengklik blog kita yang hanya berada di page 2 mesin pencari misalnya? Doa sangat penting, dan itu adalah wilayah preogatif Tuhan.

Saya kira enam saja, dan lumayan sebagai sampel poin. Intinya, seputar shalat bisa dijadikan sebagai metode, atau minimal sebagai motivasi dalam mengembangkan sebuah blog. Enam tak cukup, Anda bisa menambahkan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend