Cara Bermain Twitter dengan Benar

“Cara bermain Twitter dengan benar.” Melihat judul ini menimbulkan kesan, memangnya selama ini ada orang yang bermain Twitter dengan cara yang tidak benar?. Jawabanya tentu bervariasi, dan bagi saya sangat banyak, jika ukuran ketidakbenaran adalah salah kaprah atau salah persepsi. Terkadang pula sebagian remaja bermain Twitter dengan cara tidak benar, karena kurang mengetahui keunikan Twitter dibanding jejaring sosial lainnya.

Saya sendiri mengenal jejaring sosial karya Jack Dorsey ini tahun 2011 silam. Vakum selama kurang lebih dua tahun. Mungkin sama dengan sebagian remaja sekarang, kurang mengetahui cara bermain Twitter dengan benar, dan kemudian aktif lagi hingga sekarang.

Pertama kita akan melihat beberapa pengguna Twitter tidak tahu cara bermain Twitter dengan benar dari sisi salah kaprah. Salah kaprah dalam bermain Twitter kerap terjadi pada persoalan following dan follower. “punya akun Twitter gk?. Punya, follower kamu berapa?. Sekian. Kalau following?.” Kira-kira demikian kalimat dialog yang lebih dominan dibanding kalimat lain seputar penggunaan jejaring sosial Twitter.

Secara kasat mata, mendapatkan follower secara alami memang sulit. Di dalamnya terbersit “jenjang kasta” antara pengguna satu dengan pengguna lain. Pemilik akun yang ber-follower banyak menyiratkan kesan “hebat,” apalagi kalau rasio perbandingan dengan following lebih besar. Pengguna Twitter dengan follower banyak rata-rata dimiliki oleh artis, figur, tokoh, atau pekerjaan yang mewakili ketenaran lain.

Akhirnya, banyak pengguna Twitter lebih fokus pada bagaimana agar followernya selalu bertambah, dan akhirnya melupakan fungsi utama Twitter sebagai jejaring sosial. Akibat salah kaprah berbuntut kurang mengerti cara bermain Twitter dengan benar ini, akhirnya dilakukanlah cara jitu dan unik seperi memperbanyak follower dengan aplikasi, interaksi monoton dengan kalimat “follback dong,” bahkan dengan setting bio pofil yang tujuan akhirnya untuk itu, seperti, “follow just mention,” “pasti saya follback, karna saya bukan artis,” dan cara jitu lainnya.

Kedua; banyak yang kurang mengerti cara bermain Twitter dengan benar, disebabkan karena memang tidak paham dengan fitur yang ada di Twitter. Hal ini sering dialami remaja, terutama yang lama berkutat di jejaring sosial selain Twitter. Beberapa cara yang masuk kategori tidak benar itu seperti; mengunci Twitter-nya saat followernya masih nol, mengaktifkan (mencentang) semua informasi akunnya untuk dikirimkan ke email, berkicau (menulis tweet) seperti posting pada facebook, dll.

Sebenarnya tidak ada larangan dan tergolong sah-sah saja. Misalnya mengunci saat follower masih nol itu adalah hak pengguna. Tapi logikanya, jika Twitter adalah jejaring sosial, siapa yang akan berinteraksi dengan anda kalau akun itu terkunci. Menulis tweet seperti facebook juga wajar. Namun sebenarnya ada perbedaan terutama pada hal keseriusan, dan perbedaan inilah sehingga Twitter lebih diminati orang dewasa.

Solusi ala saya

Aktifkan akun Twitter dengan format bahasa yang dipahami, agar fitur yang disediakan juga mudah dipahami. Kedua, manfaatkan Twitter sesuai dengan fungsinya. Kalau fungsi utama Twitter adalah interaksi sosial, jadikan hal itu utama dan bukan mempertajam unsur riya. Ketiga, jadikan Twitter (dan akun jejaring sosial lain) sebagai tempat belajar yang memberi manfaat sehingga dengan sendirinya menggunakan Twitter akan mudah dinikmati. Keempat, mendahului tiga poin bermain Twitter dengan benar tadi, dengan meluruskan niat. Dengan niat baik, semua akan menjadi baik.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.