Ini Cara Belajar yang Baik !

Cara belajar yang baik. Manusia diciptakan sempurna. Namun, antara manusia satu dengan manusia lainnya, masing-masing memiliki kemampuan dan daya nalar yang berbeda. Ada orang sekali melihat, objek yang dilihatnya akan selallu teringat. Ada juga harus melihat objek berulang, barulah objek itu mudah diingat. Kenapa demikian? Tak perlu menjawab, karena yang Maha Kuasa itu Adil. Seorang yang mempunyai kelebihan mengingat akan memiliki kekurangan di persoalan lain. Kekurangan itu, bisa jadi adalah kelebihan kamu. Adil kan?

Yang penting untuk diketahui, manusia diciptakan semua memiliki akal. Dengan akal itulah, pengetahuan ilmiah akan diperoleh. Nah, tinggal cara memperoleh pengetahuan itu bagaimana. Kita harus memiliki teknik dan metode yang pas supaya proses belajar atau proses mendapat pengetahuan itu tidak sia-sia.

Tulisan ini akan mengulas sedikit tips bagaimana cara belajar yang pas buat kamu. Secara umum yah… pasalnya, ada tips belajar cocok buat orang lain, namun tidak cocok buat kita. Nah, yang kita bahas adalah cara belajar yang baik secara umum. (baca juga: 10 Tokoh penemu muslim)

Belajar bukan untuk mengejar nilai, tapi untuk mengetahui dan memahami

Kesalahan yang paling sering didapatkan dari para pembelajar, peserta didik, atau siswa, adalah belajar untuk mengejar nilai. “saya ingin belajar, karena nilaiku jelek”. “Ah, saya takut malas belajar, ntar nilaiku pada merah.” Dan seabrek prinsip belajar dan menjadi alasan, dan semua bersandar pada nilai.

Ketahuilah, nilai hanyalah salah satu efek kegunaan dan menjadi hasil belajar. Masih banyak kegunaan lain dari belajar. Masih banyak manfaat pengetahuan akan didapatkan dari ilmu yang diketahui. Kesuksesan besar ditentukan dari apa yang diketahui. Apalah arti nilai bagus jika pada dasarnya ilmu itu tidak diketahui. Biarlah nilai jelek, jika ilmu itu dipahami. Bukankah nilai yang dikejar hanyalah angka 1-9 dan itu hanyalah pemberian dari siapa yang mengajar dan memberi nilai?

cara-belajar-yang-baik

Orang yang belajar dengan niat untuk mendapatkan nilai bagus, tiada yang didapatkan selain nilai bagus itu. Tapi orang yang belajar dengan niat ingin mengetahui ilmu, maka nilainya akan bagus, ilmunya didapatkan, dan manfaat lain menunggu termasuk berkah dari yang Maha Berilmu (Allah swt). Jadi mulai sekarang, belajarlah untuk tahu dan paham, bukan karena nilai buruk, dan bukan karena ingin mendapat nilai bagus.

Jangan selalu menghapal, tapi lebih rajinlah memahami

Intisari dari pengetahuan adalah pemahaman. Menghapal hanya akan membuat pintar sekejap. Jangan mengabaikan hapalan juga, karena menghapal penting untuk tujuan memahami. Banyak kok pelajaran yang menuntut penghapalan sebelumnya. Misalnya, rumus matematika, rumus kimia, perkalian dasar. Tapi ketahuilah, tujuan akhir dari semua itu adalah memahami hakikat dari rumus yang dihapal tadi. (baca: ini yang salah dalam pendidikan kita)

Mudah menghapal maka akan mudah juga melupakan. Berbeda dengan pemahaman. Pahami sesuatu, maka yang dipahami itu akan mudah kita terapkan dengan bahasa dan perilaku kita sendiri. Sebagai contoh, ada definisi sesuatu yang ingin diketahui. Bukalah buku, baca dan pahami. Nah setelah paham, kelak definisi itu bisa kita jelaskan dengan bahasa kita sendiri, bukan dengan bahasa yang digunakan buku tadi.

Saat belajar, usahakan mencatat hal-hal penting

Mencatat hal penting dari materi yang kita pelajari, akan membantu kita lebih fokus dalam mengingat dan mengulang nantinya. Bisa dibayangkan, saat membaca satu bab buku, betapa tebalnya, betapa banyak rangkaian kata, huruf di sana. Satu pragraf saja sulit dipahami, lalu datanglah malas, datanglah ngantuk. Akhirnya usaha belajar tadi berakhir dengan mimpi buruk tanpa pemahaman apa-apa.

Jadi, saat belajar biasakan mencatat bagian-bagian tertentu yang dianggap penting dan krusial. Nanti ketika membaca tulsian yang dicatat, sedikit banyak akan sangat membantu memulihkan ingatan akan bacaan tadi.

Visualisasikan apa yang sedang dipelajari

Maksudnya apa sih? Gambarkan atau paling tidak hayalkan apa yang sementara dipelajari. Ini tentu untuk pelajaran tertentu. Visualisasi sangat penting untuk memudahkan mengingat sesuatu terutama bacaan yang akan dipahami. Sebagai contoh, saat bertemu dengan banyak orang baru kemudian berkenalan. Apakah bisa langsung menghafal namanya satu persatu? Tidak !, Tapi kita lebih mudah mengingat raut wajahnya. Sehingga jika suatu saat bertemu lagi dengan wajah yang sama, ingatlah kita akan namanya.

Dalam pelajaran agama misalnya, pembahasan hari akhir. Wah, fase hari akhir itu banyak macam; ada yaumul barzakh, yaumul hisab, dll. Nah, bayangkan fase fase itu sesuai dengan visualisasi (gambaran) sendiri. Maka saat menemukan kata yang merujuk pada fase hari akhir, maka mudahlah mengingatnya.

Rajinlah mengulang pelajaran

Orang bisa karena biasa. Makanya, jangan putus asa. Teruslah belajar, lakukan pengulangan. Kalau pagi ini masih tidak paham, coba ulangi lagi siang nanti. Terus seperti itu. Karena pada dasarnya, semua orang punya kemampuan intelegensia, hanya saja, tidak semua orang bisa tekun untuk mengasahnya. (baca: mengenal cara belajar anak)

Nah, demikian cara belajar yang baik berdasarkan pengalaman penulis dan teman teman penulis. Dan ternyata, cara belajar yang baik tadi sudah diterapkan oleh beberapa orang sukses. Boleh cek di biografi mereka.

Tinggalkan Balasan