Berhati-hatilah dalam Mendengar dan Menyebarkan Berita; Belajarlah dari Kisah Berikut!

Para penebar berita hoax tak hentinya berkarya. Karya yang tentunya berefek negatif. Meski hoax sebenarnya kadar kebohongan yang rendah, tapi setidaknya dalam hoax, pasti mewakili gosip, gibah, dan bahkan mungkin fitnah. Memplesetkan kejadian, menginformasikan fakta menjadi multi tafsir, dan bahkan mengubah fakta kebalikan dari sesungguhnya. Simak cerita berikut:

Sepulang dari sawah, seekor kerbau rebahan di kandang dengan wajah lelah dan nafas yg berat. Lalu datanglah seekor anjing, dan kerbau berkata: “Ah…, temanku, aku sangat lelah, kalaulah boleh besok aku mau istirahat sehari aja”.

Dasar anjing dia sebar fakta itu dengan mengubah sedikit fakta sesungguhnya. Anjing pergi dan berjumpa dengan kucing, lalu anjing berkata: “Tadi saya ketemu kerbau, katanya dia besok mau istirahat dulu. Sudah sepantasnya sebab bossnya memberi pekerjaan kepada kerbau terlalu berat”.

Sialnya, kucing menerima informasi plesetan dari anjing, dan menceritakan hal yang diaterima dengan mengubah sedikit kepada kambing: “Kerbau komplain, katanta bosnya memberi kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia enggan mau bekerja lagi”.

Seperti halnya anjing dan kucing, kambing juga demikian. Saat bertemu dengan ayam dengan enaknya mengubah informasi dari kucing. Dia berkata pada ayam, “Kerbau ternyata tidak senang lagi kerja dengan bosnya. Mungkin dia sudah ada kerjaan yang lebih baik”.

Ayam tak mau kalah, saat berjumpa dengan monyet dan dia bercerita pula: “Kerbau tak akan bekerja lagi untuk bosnya dan mau kerja di tempat lain”.

Hingga suatu malam, monyet bertemu dengan bos kerbau dan berkata:
“Boss, si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan mau tinggalin bos untuk kerja di bos yang lain”.

Mendengar ucapan monyet, sang bos marah besar dan tanpa konfirmasi lagi, langsung menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya. Padahal ucapan asli kerbau: “SAYA LELAH DAN BESOK MAU ISTIRAHAT SEHARI AJA”. Informasi berpindah kepada mereka yang tak bertanggungjawab, ucapan ini telah berubah dan sampai kepada bos menjadi: “Si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan mau tinggalin bosnya dan kerja pada bos lain”.

Apa hikmah dari kisah ini?

Pertama, terkadang, sebuah informasi, baiknya cukup sampai di telinga kita aja dan perlu sampai kepada orang lain.

Kedua, bagi penerima informasi jangan telan bulat-bulat informasi yang kita dengar, kita terima, jangan percaya begitu saja, meski itu keluar dari mulut orang terdekat kita. Kita perlu cek dan recek kebenarannya. Kita perlu tabayyun sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, ada baiknya konfirmasi langsung ke sumbernya.

Ketiga, meneruskan informasi, baik perkataan, maupun informasi lain, jangan menambah atau menguranginya apalagi menggantinya sehingga persepsi dan asumsi berubah, karena hal itu bisa berakibat fatal

Keempat, jika mendapatkan informasi yang tak jelas kebenarannya, jangan dibagikan untuk orang lain. Jika jelas kebenarannya namun tidak membawa manfaat, juga tak perlu disebar. Namun jika benar dan membawa manfaat, sebarkan dengan cara yang benar

Ayo, berhati-hatilah dalam mendengar dan menyampaikan berita,,,

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend