Begini Cara Mencegah Orang Menjadi LGBT Menurut Islam

Dunia sudah tua bereyy. Bayangkan, sekarang yang benar susah amat jadi benar. Beda dengan yang salah, pendukungnya banyak sekali. Alasan seakan tak habis jika membela yang salah. Salah satu, hal yang jelas salah tapi mendapat pembelaan dari negara adikuasa Amrik, adalah mengenai LGBT. Tau kan LGBT? Cari sendiri kalau gk tahu… hehehhe

Salah? Salah itu pasti. Tapi aneh, waria, lesbia*, transgender, atau apalah istilah modern (katanya), justru mendapatkan apresiasi. Di beberapa negara maju sudah mendapat ijin. Mereka dilindungi dengan beking dan dana yang tentu tidak sedikit. Lihat saja kampanye tentang LGBT yang marak. Dengan pede mereka berteriak seolah yang mereka bawakan benar. Sialnya, banyak yang menganggap dirinya tokoh, pintar, mendukung hal itu.

Seanjing-anjingnya anjing, dia menggauli lawan jenisnya. Itu anjing breyy… lah ini manusia, tapi sifatnya, ya ampun melampaui naluri “keanjingan” saja. Dengan demikian, LGBT adalah penyakit. Bahkan dalam Islam, waria, lesbia*, dan transgender adalah pelaku kelainan mental. Dalam sejarah, mereka mendapatkan sanksi berat. Kaum luth yang melakukan perilaku LGBT, tak tanggung tanggung hukuman yang ditimpakan kepadanya, mulai dari pengusiran dari kampung halaman, sampai hukuman mati. (baca: eksistensi gay, serahkan ketuhan saja)

Bagaimana Islam mencegah LGBT? Caranya tiada lain adalah dengan memberikan hukuman. Ada dua hukuman, pertama pengusiran dari kampung halaman. Yaitu bagi seorang laki laki yang berperilaku seperti wanita. Jaman sekarang dikenal dengan istilah waria, banci dan bencong. Kedua, hukuman mati. Yaitu, bagi orang yang melakukan praktik h0m0se*sual atau pelaku dengan sesama jenis.

cara mengatasi LGBT

Nabi saw menjatuhkan sanksi kepada seorang laki laki yang berperilaku seperti wanita, mengasingkannya atau mengusirnya dari rumah. Demikian pula yang dilakukan oleh para Sahabat setelah Rasulullah wafat. Dari Ibnu Abbas, katanya,
“Nabi saw melaknat para lelaki mukhannats dan para wanita mutarajjilah. Kata beliau, ‘Keluarkan mereka dari rumah kalian’, maka Nabi saw mengusir Si Fulan, sedangkan Umar mengusir Si Fulan” HR. Bukhari
.

Ulama dari mazhab Hanbali sepakat bahwa hukuman bagi pelaku LGBT, yaitu laki laki yang berhubungan sesama jenis, harus dibunuh. Mereka berdalil dengan hadis: “Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.“ (HR. Ahmad).

Sedangkan wanita yang berhubungan dengan sesama jenis, ulama sepakat bahwa pelakunya ta’zir, dimana pemerintah berhak menentukan hukuman yang paling tepat, sehingga bisa memberikan efek jera bagi pelaku perbuatan haram ini. (baca: kisah bantalia dan rosbanwati)

Sejarah telah mencatat bagaimana dampak dari perilaku LGBT, dan hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata. LGBT adalah penyakit. Efeknya tidak hanya berdampak kepada pelaku tapi juga kepada yang bukan pelaku. Dampak LGBT berupa penyakit fisik, dan penyakit sosial di masyarakat begitu besar. Olehnya itu, salah satu cara terbaik yang diajarkan islam adalah memberikan hukuman yang membuat pelaku jera, bukan dilindungi.

Tinggalkan Balasan

Send this to a friend