10 Muharram Penting Coy ! Mari rayakan dengan Cara Kita

Pernah mendengar Hari kejepit Nasional? Istilah itu adalah jika terdapat Hari Besar Nasional yang meliburkan sekolah dan kantor terjadi di hari Jumat, dan senin. Maka, hari sabtu disebut dengan hari “kejepit”. Terkadang daerah berinisiatif meliburkan hari sabtu yang “kejepit itu dengan alasan efesiensi. Inti dari mukaddimah ini sebenarnya adalah banyaknya hari besar dalam keseharian kita, tapi lalai tentang hari besar dalam agama bahkan kehidupan kita. Hari apa itu? 10 Muharram dalam calendar Hijriah.

Dalam Tarikh Abu Bakar Ahmad bin Zahir an-Nasā’i (279 H) ditulis bahwa, 10 Muharram adalah masa hubūṭi ādam, yaitu dikeluarkannya Adam as dari sorga. Bersamaan dengan hal itu, peristiwa banjir besar masa Nabi Nuh as yang dikenal dengan ba‘ṡi nuh. Pun dengan peristiwa Nabi Ibrahim ke dalam Api oleh Raja Namrud atau dikenal dengan istilah tahun Ṭuffān.

Baca: Bulan istimewa dalam Islam

Masih banyak kejadian pada 10 Muharram. Misalnya; Hari pertama Allah menciptakan alam, hari pertama Allah menurunkan rahmat, hari pertama Allah menurunkan hujan, hari dimana Allah menjadikan ‘Arsy, hari dimana Allah menjadikan Luh Mahfuz, hari Allah menjadikan alam, Hari dimana Nabi Adam bertaubat kepada Allah dan dipertemukan dengan Siti Hawa, hari Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit, Nabi Nuh diselamatkan Allah dari banjir, hari dimana Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa, hari dimana Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara, hari saat penglihatan Nabi Ya’kub yang kabur dipulihkkan Allah, hari disembuhkannya Nabi Ayub as, hari Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus, hari laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun, hari dimana Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah, hari Nabi Sulaiman dikaruniakan Allah kerajaan yang besar, hari Nabi Isa diangkat ke langit, hari Nabi Muhammad saw terbebas dari racun orang-orang Yahudi, dan hari kematian Husain di Karbala.

10 muharram

Melalui diskusi Panjang antara para sahabat, oleh khalifah Umar kalender Islam ditetapkan hijrahnya Rasulullah saw, dan itu dimulai dengan bulan Muharram. Ini berdasarkan usul dari sahabat Ali bin Abi Ṭalib ra pada saat itu, dan Usulan Usman bin Affan agar bulan Muḥarram sebagai bulan yang pertama dalam kalender Islam, dalam sistem kalender Islam (penanggalan tahun Hijriah).

Baca: Hari Asyura dan Perang Sesunguhnya

Karena begitu mulianya Muharram, saat Nabi saw melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya: “Apa ini?” Mereka menjawab: “Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka kami berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa’i dalam Al-Kubra, Ahmad, Abdurrazaq, Ibnu Majah, Baihaqi, Al-Humaidi, Ath-Thoyalisi). Inilah salah satu perintah Nabi saw, yang beliau sendiri belum sempat menunaikannya.

Mari rayakan 10 Muharram dengan cara kita masing-masing

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend