Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Hmmm, Saya Merasa Ahok Tidak Toleran !

Hmmm, Saya Merasa Ahok Tidak Toleran !
Hmmm, Saya Merasa Ahok Tidak Toleran !Reviewed by Harlinah Raufon.This Is Article AboutHmmm, Saya Merasa Ahok Tidak Toleran !Disampaikan di depan 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ahok melarang sekolah umum di lingkungan kekuasaanya mewajibkan siswinya berjilbab. Kebijkan ini ternyata bukan baru sekarang. Sejak menjadi Bupati di Belitung Timur pada 2006, Ahok juga mengeluarkan perintah yang sama. Meski […]

Disampaikan di depan 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ahok melarang sekolah umum di lingkungan kekuasaanya mewajibkan siswinya berjilbab. Kebijkan ini ternyata bukan baru sekarang. Sejak menjadi Bupati di Belitung Timur pada 2006, Ahok juga mengeluarkan perintah yang sama.

Meski ahok juga berharap, agar larangan ini tidak dihubung-hubungkan bahwa ia anti-terhadap agama Islam, namun dari epistemologi munculnya pemikiran pelarangan itu akan sangat mudah dibaca. Nalar saya mencerna bahwa pelarangan Ahok tersebut mengindikasikan kalau Ahok tidak toleran dalam beragama. Tulisan ini sekaligus akan menjawab poin dari larangan Ahok terhadap kewajiban memakai jilbab di sekolah.

Pertama, Ahok berdalih kalau jibab, kerudung dan sejenisnya adalah panggilan iman. “Anda mengimani kalau kerudung itu sebagai sesuatu yang bisa menyelamatkan Anda, ya silakan, tetapi Anda tidak bisa memaksa semua anak pakai kerudung,” ujar Ahok. Inilah salah satu alasan pelarangan guru mewajibkan muslimah berjilbab di sekolah.

Sekolah adalah tempat mendidik anak. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham. Iman bisa hadir dari pengetahuan dan pemahaman. Dari mana anak tahu jilbab itu baik kalau mereka tidak paham? Di sekolah diajarkan kebaikan. Jika agama adalah way of life, maka tak salah mengajarkan agama di sekolah. Pemaksaan adalah model pendidikan dan latihan. Seperti halnya makan sebagai bagian dari hidup. Saat anak tak mau makan, memaksanya adalah pilihan untuk tujuan yang baik.

Kedua, Ahok melarang sekolah mewajibkan siswinya menggunakan jilbab karena sering kali siswi yang bersangkutan tidak menggunakannya secara serius. Mendukung dalih itu, ia mencontohkan pengalamannya saat masih menjadi Bupati Belitung Timur. “(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung dibuka.”

Ahok lupa, hampir semua kewajiban yang dilakukan sekarang awalnya tidak serius. Kalau Ahok ke gereja hari ini serius, apakah keseriusan itu muncul sejak awal. Bahkan saya juga tak percaya Ahok serius melihat serbetnya di rumah, yang katanya mungkin lebih bagus dari jilbab anak di Belitung yang ditemuinya. Kewajiban ini dan itu, umumnya berawal dari latihan dan pembiasaan. Kewajiban memakai jilbab, kerudung dan sejenisnya di sekolah adalah pembiasaan, latihan, agar kelak anak menjadi serius.

Ketiga, saya heran, kok bisa Ahok melarang sesuatu yang baik dilakukan di sekolah? Sekolah itu tempat pendidikan, mengajarkan siswa siswi menjadi baik. Kalau agama itu baik, emang salah mengajarkan kebaikan dengan agama. Negara kita bukan negara agama, tapi bukan pula negara tak beragama. agama itu ways of life.

Jilbab memiliki manfaat yang sangat banyak, salah satunya menjadi kendali anak melakukan akhlak yang tidak baik. Jilbab bisa menjadi filter siswi muslimah untuk menghindari maksiat. Ini segelintir harapan besar pada anak sehingga diperintahkan berjilbab. Memang di berbagai tempat, kasus, oknum, kadang harapan itu beda dengan kenyataan, tapi bukan berarti kebaikan itu yang dilarang. Contoh dalam agama Ahok, ke gereja diharapkan bisa ini bisa itu, toh tidak semua yang ke gereja seperti yang diharapkan.

ahokKeempat, Saya heran, dari mana pikiran Ahok sehingga melarang kewajiban siswi memakai jilbab di sekolah umum. Itu mencampuri urusan agama lain. Sekolah gurunya muslim, mewajibkan siswanya yang muslimah berjilbab. Salahnya di mana ? Yang salah itu kalau kewajiban itu buat yang non muslimah.

Antara berjilbab dengan akhlak itu hal berbeda meski ada hubungan. Keduanya kewajiban. Guru mewajibkan siswa berakhlak baik. Apa ahok ingin berkata, sekolah tak perlu mewajibkan itu? Siswa belajar itu kewajiban. Apa ahok ingin berkata, sekolah tak perlu mewajibkan siswa belajar. Jilbab persoalan agama… apalagi.. inilah yang dimaksud ahok mencampuri urusan agama orang lain, dan itu tidak toleran.

Di beberapa sekolah agama lain, kristen misalnya, banyak yang mewajibkan membawa alkitab ke sekolah. Tak ada yang melarang. Toh kewajiban itu untuk agama yang bersangkutan. Ahok juga tak perlu habis energi melarang itu bukan? Biarkan, karena dengan kewajiban itu harapan siswa menjadi lebih baik. Meski toh MUNGKIN harapan itu belum tercapai.

Ahok adalah tokoh publik, memiliki banyak pengagum. Ungkapan yang sentimen terhadap agama lain, itu sangat berbahaya. Untuk masalah ini, saya merasa Ahok memang tidak toleran.

 

Tags: , , , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply

2 × 3 =