Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Risna “Dilamar” ; Teguran Bagi yang Hanya Membaca Judul

Risna “Dilamar” ; Teguran Bagi yang Hanya Membaca Judul
Risna “Dilamar” ; Teguran Bagi yang Hanya Membaca JudulReviewed by Mushlihinon.This Is Article AboutRisna “Dilamar” ; Teguran Bagi yang Hanya Membaca JudulMasih ingat dengan kisah sajang rennu Risna? Kisah ini sempat saya jadikan salah satu bahan belajar dari kisah kerugian dan bahaya pacaran. Betapa tidak, Risna yang pacaran dengan Muis sejak 2005, harus berakhir dengan derai air mata plus aksi pelukan di depan umum, tanpa canggung, tanpa malu atas nama “sakitnya tuh di sini”. Beberapa media […]

Masih ingat dengan kisah sajang rennu Risna? Kisah ini sempat saya jadikan salah satu bahan belajar dari kisah kerugian dan bahaya pacaran. Betapa tidak, Risna yang pacaran dengan Muis sejak 2005, harus berakhir dengan derai air mata plus aksi pelukan di depan umum, tanpa canggung, tanpa malu atas nama “sakitnya tuh di sini”. Beberapa media lalu meliput kisah ini berupa tulisan dan video. Terakhir, Risna tampil di acara “Bukan 4 Mata” khas Tukul.

Pelajaran besar dari kisah itu ada dua, pertama kerugian dan bahaya pacaran, dan yang kedua hal negatif dari tingginya uang panaik (uang belanja) dari prosesi pernikahan wanita Bugis, yang sebenarnya hanya tradisi. Tapi entah mengapa, kesan itu berubah. Yang tersisa adalah bahwa Risna harus tabah. Bahwa kelak akan ada yang lebih baik. Lalu dikemaslah “judul baru”, “Siapa yang kelak memiliki Risna?”. Sambil tersenyum, hati saya berbisik “semoga.”

Menjadi ciri pemuda pemudi bangsa, sangat suka hal romantic seperti ini. Pengaruh sinetron, atau porsi berita ke-artis-an yang lebih besar, itu mungkin saja. Tak ayal, ini dimanfaatkan kalangan media, terutama media online sebagai pangsa pasar anak muda. Tribun online sendiri, media besar di bawah Kompas dan JPNN, bahkan memasang topic khusus untuk kisah Risna itu.

Demikian pula hari ini, satu tulisan (bisa dianggap berita, lihat di sini), mengagetkan jagat pengguna medsos, dengan judul “Gagal Dinikahi Rais, Risna ‘Dilamar’ Bakal Calon Bupati Bulukumba.” Link berita ini di-share di facebook melalui laman resmi Tribun Timur Berita Online Makassar. Sampai berita ini saya tulis, sudah 314 like, 27 share, dan 54 komentar hanya dalam kurun 8 jam. Beragam komentar, namun sayang, komentar yang ada kebanyakan tidak nyambung, dan sepertinya salah memahami judul. “syukurlah.. dari pd memikirkan meratapi suamix org terus.. bisa2 jd perusak rumah tangga org apa lg terang2an mengaku masih cinta…” Demikian salah satu komentar dari akun “Emmy Sjahrir.”

Ada kepiawaian memilih judul, sekaligus ada keahlian berspekulasi, setidaknya menurut saya. Namun itu tidak salah, karena dalam judul, kata “DILAMAR” menggunakan tanda petik (“_”). Salah satu fungsi tanda petik, adalah mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Kata dilamar dalam berita ini dianggap memiliki arti khusus. Arti khususnya bukan dilamar, disunting untuk dijadikan isteri, tapi sebagai Duta Gerakan Cinta Bulukumba yang merupakan program sosialiasi Asfar si balon Bupati menuju pilkada.

Unsur spekulatifnya terlihat jelas dengan merangkaikan kalimat “gagal dinikahi Rais.” Seperti diketahui, kegagalan pernikahan Rais dan Risna disebabkan kegagalan prosesi lamaran. Dengan melihat sepintas, maka yang muncul dalam pikiran pembaca judul berita ini, adalah Risna dilamar lagi untuk dinikahi. Apalagi yang “melamar” adalah bakal calon bupati. Muncullah komentar “Orang sabar disayang ALLAH. Terbukti kan.” Dari akun Gusti Petta Lewa.

Risna saat di Tribun News. Poto sumber: tribunnews.com. Edited

Risna saat di Tribun News. Poto sumber: tribunnews.com. Edited

Sudah saatnya bagi pengguna media sosial dan pengguna internet secara umum, untuk belajar, belajar menggunakan media sosial dengan benar. Sepertinya banyak yang tidak mengerti dengan “share URL”. Bahwa ketika link dari sebuah situs di-paste di facebook, maka akan muncul judul dari konten URL itu. Artinya di balik link itu ada konten yang isinya tidak mutlak diwakili dalam miniatur judul. Perlu lebih cermat dengan membaca isi link yang dishare dan memahami maksud judul. Isi konten adalah substansi bukan dari judul yang muncul. Hal seperti ini banyak terjadi terutama dalam judul-judul iklan. Kelihatan sepintas, bombastis, cetar membahana, padahal isinya abal-abal.

Kepiawaian admin media pemberitaan, jangan sampai menjadi jalan pembuktian kalau kita malas membaca. Keahlian merangkai kata dan memainkan tanda baca, jangan sampai membuat kita tertipu dan salah menilai sebuah konten. Risna dilamar, dan kata dilamar menggunakan tanda petik, artinya kata dilamar memiliki makna khusus, dan makna itu akan diketahui setelah membaca dan memahami isi konten dari judul itu. Mari budayakan membaca …

Tags: , , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply

nineteen − 14 =