Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Ini Strategi TIMNAS yang Ampuh Mengalahkan Thailand di Kandangnya

Ini Strategi TIMNAS yang Ampuh Mengalahkan Thailand di Kandangnya

Malam ini seluruh punggawa timnas merah putih akan terlelap dalam mimpi mengangkat trofi AFF utk pertama kali. Namun itu jika mereka bisa terlelap, sebab jangan-jangan mereka justru susah tidur karena stres membayangkan gempuran-gempuran pasukan gajah putih besok. Ada trik supaya bisa terlelap dan menikmati mimpi jadi juara. Pertama, malam ini baca buku, nonton film, main gitar, main kartu, playstation, setelah itu shalat (buat yg muslim) dan berdoa menurut keyakinan masing-masing, agar bisa diberi mimpi menjadi juara. Tdk usah menonton dan mendengar berita lokal di Thailand, sebab pasti bahasanya pun tak kalian mengerti. Apalagi membaca koran-koran di Bangkok. Ngga usah, sebab huruf-hurufnya pun tak bisa kalian pahami.

Sudahlah, enjoy saja. Seluruh dunia juga tahu kalau kita tdk diunggulkan. Kalah pun seluruh dunia bisa menerimanya. Namun jika kalian sampai juara, seluruh semesta akan bersorak dan bertepuk tangan. Besok pagi, silahkan makan makanan kesukaan kalian. Buat saja kondisi seakan-akan sudah juara. Kalaupun gagal, setidaknya pernah seakan-akan juara toh. Lalu ketika bus mulai masuk ke venue stadion, tak usah panik melihat ribuan orang berpakaian biru, sebab sebagian besar kaos yg mereka pakai itu adalah buatan Tangerang, asli produk Indonesia.

Begitu lagu kebangsaan dikumandangkan, bernyanyilah sekeras-kerasnya. Biarkan seluruh Thailand tahu bahwa lagu kebangsaan kita adalah lagu kebangsaan terpanjang di dunia. Bernyanyilah seperti Lilipaly yang sangat khusyuk dan tegas. Lalu selepas itu salami semua pemain Thailand dgn jabatan yang keras. Tunjukkan bahwa kita bangsa yang tak punya rasa takut. Bila perlu, kunci jabatan tangan mereka seperti kuncian para gladiator di UFC. Tapi ingat, jgn lakukan hal tsb kepada wasit dan hakim garis. Takutnya anda justru sudah diberi kartu sebelum pertandingan dimulai.

Lalu, priiiiit… pertandingan dimulai. Tak usah panas dingin mendengar sorakan suporter Thailand yg pasti sangat membahana. Anggap saja itu suporter Persib, Persiba, Arema, serta suporter dari klub-klub di tanah air yang berkostum biru. Lalu bayangkan saja kalau koor yang membahana itu adalah “garuda di dadaku… kuyakin hari ini pasti menang”.

Jangan lupa seluruh anak negeri yg ratusan juta pasti akan terus berkomat-kamit sembari berdoa sepanjang pertandingan. Percayalah kekuatan doa, tapi kalian harus tetap berjuang.

Strategi tdk usah berubah. Pagolo lemo itu sudah sangat pas dgn gaya kalian. Hanya di Thailand dgn posisi sedang leading agregat 2-1 ada input saya buat Riedl. Kalau mau menyapu bola silahkan tetap dgn gaya lama yg sesukanya dan kadang membuat jengkel para penonton. Hanya saya menyarankan sebaiknya selain sesukanya, sebaiknya dilakukan dgn setinggi-tingginya. Bila tendangan bola tinggi sesukanya bisa mencapai 10 detik per tendangan, maka jika ada 60 tendangan serupa dlm satu babak, maka kita sudah bisa mengulur 60×10=600 detik atau 10 menit, ditambah babak kedua berarti 20 menit. Artinya kita tinggal bertarung 70 menit, sebab 20 menit bola selalu melayang di udara. Namun, pastikan pula bola itu melayang jauh dari kotak penalti kita, sebab Kurnia Meiga punya kelemahan memotong bola-bola melayang seperti itu.

Buatlah strategi tambahan dgn menggabung antara benteng Takeshi dgn jebakan Batman. Bentengnya berlapis dan sudah dimulai sejak wilayah setengah lapangan. Setelah itu, manfaatkan peluang untuk sesekali menyerang secara sporadis, tembak saja ke arah gawang Thailand dgn gaya sesukamu. Sesekali tusuk ke kotak penalti dan bila perlu jebak dgn diving aneka gaya. Satu yg harus diingat, Thailand lemah dalam mengantisipasi duel udara yg berasal dari servis bola-bola mati. Jebak mereka melanggar kita, baik di luar maupun di dalam kotak penalti, sebab jebakan Batman kita terbukti cukup ampuh dalam hal tersebut.


Mulailah pertandingan dgn berpikir 0-0, bukan 2-1, agar pola pagolo lemo kita bisa tetap terjaga. Trik paling akhir adalah mulailah membayangkan anda semua mengangkat piala tersebut, sebab para sufi sangat meyakini bahwa sesuatu yg akan diwujudkan harus dimulai dari imajinasi, mimpi, khayalan, dan fantasi. Maka bayangkanlah anda semua berlari mengelilingi stadion Raja Manggala di Bangkok. Mengangkat piala dan beberapa pemain mengalungkan merah putih di pundaknya.

Oke pagolo lemo, tidur nyenyaklah malam ini. Apapun hasil besok, kalian sudah sangat membanggakan. Enjoy saja, main saja sesukamu, tendang saja sesukamu, hajar saja sesukamu. Rezeki tdk akan kemana-mana. Hanya saja kamu harus berupaya meraihnya besok. Bersama upayamu, seluruh negeri yang beragam keyakinan, mengirim doa yang sama… menang. Amin.

Sumber

Tags: , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply

7 + nine =