Ini Ramalan Indonesia vs Thailand Piala AFF, Siapa Menang?

Menang di Leg pertama dengan skor tipis 2 – 1 atas tim Gajah Putih Thailand, menyisakan pertanyaan besar di kepala publik. Mampukah Tim besutan Fridl minimal imbang di kandang lawan? Melihat pengalaman tandang pasukan merah putih yang tidak terlalu baik sebelumnya, sepertinya harapan mengangkat tropy AFF masih belum jelas. Ada beberapa ramalan Indonesia vs Thailand Piala AFF dari berbagai segi untuk menjawab itu. Dan yang namanya ramalan, lebih baik jangan dipercaya deh…

Pertama, tahun 2000, 2002, 2004, dan 2010 timnas garuda selalu (hanya) mencapai final, namun selalu pula kalah di final. Mari kita mulai ramalan Indonesia vs Thailand Piala AFF dengan bermain angka-angka. Sering kita menuliskan tahun secara alay dengan hanya mencantumkan 2 angka puluhannya. Misalnya untuk tahun-tahun (gagal) di atas; tahun 2000 kita tulis 00, tahun 2002 kita tulis 02, tahun 2004 kita tulis 04, tahun 2010 kita tulis 10. Lalu jumlahkan seluruh angka-angka alay di atas; 00+02+04+10, maka hasilnya adalah 16. Artinya, status finalis kita memang sudah pas dalam siklus alay tersebut.

Dengan hitungan cocoklogi seperti itu, maka kita akan kembali ke final pada tahun 16 atau tahun 2016, tahun ini. Tepat alaynya, timnas sudah kembali ke final. Separuh langkahnya sudah dijalani dengan menyikat tim gajah putih 2-1 di leg pertama di stadion Pakansari, Bogor. Artinya, kalau hitungan alaynya mau dilanjutkan, 00+02+04+10+16, maka bisa jadi kita akan kembali ke final pada tahun 2032 nanti, alamaaak.

Kedua, tim nasional Andik dan kawan kawan lebih dikenal dengan tim garuda dan tim nasional Thailand dikenal dengan tim Gajah putih. Kita lihat ramalan Indonesia vs Thailand Piala AFF dalam konteks sejarah. Masih teringat ketika pasukan Abrahah dengan gajah gajah perkasanya dikalahkan dengan mudah oleh pasukan burung. Meski bukan dengan burung garuda, yah kita cocoklogi saja, toh species garuda juga gak jelas… hehehhe…

Realita, bulan ini adalah bulan Rabiul Awwal, bulan kelahiran Rasulullah saw. Bulan dimana pasukan gajah Abrahah luluh lantak oleh pasukan burung. Tim garuda memang belum pernah sekalipun mematuk lawannya di final utk menggenggam dan menerbangkan piala AFF, seperti kedahsyatan menggenggam syal bertuliskan bhineka tunggal ika di jari-jari kakinya. Olehnya, gaya bermain ala burung harus menjadi perhatian utama pelatih timnas. Bola bola atas harus diperbanyak, lalu mematuk dengan tandukan kepala ala Boaz dan Lerby. Burung, tidak hanya bisa mematuk lawan dari atas, sesekali manfaatkan bola darat seperti gol Rezki Pora.

Ketiga, mari kita menggunakan ramalan dengan gaya binatang dan buah. Gajah tak pandai bermain bola udara. Jika tak percaya, tanyakan saja kepada para pawang dan pelatih sepakbola gajah di Lampung. Mereka pasti akan menjawab, gajah hanya bermain bola dengan kakinya, bukan dengan kepala, apalagi dengan belalainya.

(baca: Strategi jitu timnas melawan Thailand piala AFF)

Tim garuda harus kembali dengan gaya aslinya, pagolo lemo (pesepakbola jeruk). Begitu dapat, petik, makan dan langsung buang sejauh-jauhnya. Sembari sesekali mengintip peluang mendapatkan sebuah jeruk manis, apalagi melalui bola-bola mati dari udara. Lalu, hoop sekali sundul sudah bisa merubah keadaan. Jangan main mendatar melawan gajah. Tetap main udara, sebab jeruk-jeruk yang manis tak ada di tanah. Semuanya menggantung di pohon-pohonnya. Tinggal mengasah timing dan gaya terbangmu, lalu kop dan patuk dengan tepat gajah itu dari udara.

Jangan membuat kita menunggu tahun 2032 untuk mengulang momentum ini dalam hitungan cocoklogi. Jangan menunggu tahun berikutnya untuk melaju ke final, karena belum tentu bulan pada tahun itu adalah bulan Rabiul Awwal. Apalagi jika final selanjutnya, kalau toh tercapai tidak lagi bertemu dengan tim Gajah Putih. Berusahalah menjadikan Rajamangala menjadi Pakansari, menjadi sarang yang bersahabat buat garuda, bukan untuk gajah, apalagi untuk para pesepakbola gajah… no way. Terbang dan patuk si gajah dengan jurus pagolo lemo-mu wahai garuda jaya. Ingat pula, apapun hasil pertarunganmu, kita harus tetap bangga.

Tinggalkan Balasan

Pengen Chat?
LihinWhatsApp

Send this to a friend