Lihin Belawa

Hanya Celoteh Guru | Belawa to The World

Pasang Iklan

Ini Istri yang Ditunggu di Surga !

Ini Istri yang Ditunggu di Surga !
Ini Istri yang Ditunggu di Surga !Reviewed by Muhammad Nasiron.This Is Article AboutIni Istri yang Ditunggu di Surga !Tahukah Anda wahai wanita mu’minah. Istri yang ditunggu para malaikat di surga. Tahukah Anda wahai pria shalih? Anda memiliki dan dimanjai seorang wanita tanpa pamrih di rumah. Semulia mulianya tugas seorang suami, tak ada malaikat menunggunya di surga. Karena pekerjaan isteri dengan penuh keihklasan, jauh lebih berat dari pada pekerjaan suami. Perhatikan step by step. […]

Tahukah Anda wahai wanita mu’minah. Istri yang ditunggu para malaikat di surga. Tahukah Anda wahai pria shalih? Anda memiliki dan dimanjai seorang wanita tanpa pamrih di rumah. Semulia mulianya tugas seorang suami, tak ada malaikat menunggunya di surga. Karena pekerjaan isteri dengan penuh keihklasan, jauh lebih berat dari pada pekerjaan suami. Perhatikan step by step. Mungkin kita lupa atau tak sadar.

Alangkah mulianya tugas seorang istri. Subuh-subuh sudah harus bangun sholat kemudian memasak nasi, air, dan lauk pauk. Ia mencuci piring, gelas, dan panci. Tak perlu antri terus menyapu lantai rumah, kamar, dan dapur. Lalu melangkah keluar menyapu halaman rumah. Kemudian menyiapkan sarapan bagi sang suami, menyiapkan pakaiannya, dan menyisir rambutnya yang akan berangkat kerja. Pakaian menunggu untu dikucek, dibilas, diperas, dan dijemur.

Tak berhenti sampai di situ, istri melangkah ke dapur membersihkan piring dan gelas sisa sarapan suami, merapikan kamar tidur, melipat pakaian, dan merapikan barang-barang di kamar. Kemudian mengurus sang bayi yang terbangun, membersihkan popok bayi, memandikannya, dan memasangkan pakaian buatnya serta meminangnya penuh kasih sayang. (baca juga: cara menaklukan wanita)

Berlanjut sampai sore, suami pulang kerja. Istri kemudian menyembutnya dengan pisang goreng gosong dan secangkir teh yang kemanisan, yang berbuah kritikan suami. Istri seketika minta maaf walau hati menangis.

Ilustrasi

Ilustrasi

Petang pun tiba. Istri sholat magrib di rumah, suami di mesjid. Usai sholat magrib, istri memasak nasi, lauk, dan menyiapkan makan malam suami. Usai makan malam, istri mencuci piring, gelas, sendok, dan tungku serta panci. Kemudian istri mengurus sang bayi yang akan tidur malam. Usai isya, suami menonton berita, istri tidak bisa menonton sinetron karena remot dikuasai suami. Istri pun bersabar dengan berpura-pura suka program televisi pilihan suami. Walhasil, suami yang kecapekan langsung melangkah ke kamar dan memulai tidur. Kemdian Istri memeriksa kompor, pintu, jendela, dan mematikan lampu kemudian tidur bersama suami. Suami mengorok, istri tidak protes. (baca: memahami wanita dengan teori gerak)

Esok pun tiba. Suami memberi kebutuhan sehari-hari, istri mensyukuri. Suami memberi pembayaran arisan, istri berterima kasih. Suami marah, istri bersabar. Suami tidak angkat telpon, istri berbaik sangka. Suami telat balas SMS, istri bijaksana. Suami telat pulang, istri menanti. Suami tak suka sesuatu, istri minta maaf. Diam-diam, penduduk langit yang dihuni para Malaikat tersenyum gembira dan bangga melihat sang wanita istimewa ini. Para malaikat pun berkata, “Kami menanti dan menyambutmu di surga ini wahai sang wanita mulia.

Masuklah di pintu surga mana saja yang engkau sukai…”.

Tags: , ,

Subscribe

Berlangganan gratis bersama 1000+ lainnya. Masukan e-mail, masukan kode, "submit." cek e-mail, klik link konfirmasi. Mari berbagi :)

No Responses

Leave a Reply

twenty − 15 =